Punya Privilege untuk Bertahan, Baskara Putra Tetap Ngeri Lihat Dampak Rupiah Melemah Bagi Warga
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tak hanya mencekik masyarakat umum, melainkan juga mulai memukul industri musik tanah air.
Ringkasan Berita:
- Rupiah tembus Rp18 ribu per dolar AS, musisi Baskara Putra 'Hindia' keluhkan lonjakan harga alat musik dan kebutuhan pokok.
- Baskara Putra khawatirkan nasib sesama musisi karena biaya belanja instrumen musik meroket imbas patokan harga dolar AS.
- Nilai tukar dolar AS sentuh Rp18.174, Hindia sebut efek domino pelemahan rupiah mulai pukul industri musik dan pangan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kini menembus angka di atas Rp 18 ribu mulai memberikan dampak.
Fenomena ekonomi ini rupanya tidak hanya mencekik masyarakat umum, melainkan juga mulai memukul industri musik tanah air, khususnya terkait anggaran belanja peralatan musik.
Keluhan tersebut salah satunya disuarakan oleh musisi Baskara Putra, atau yang populer dengan nama panggung Hindia.
Vokalis dari band .Feast dan Lomba Sihir ini blak-blakan mengeluhkan meroketnya berbagai harga barang akibat mata uang rupiah keok terhadap dolar AS.
Baca juga: Bernadya, Fiersa Besari hingga Hindia Siap Meriahkan Sunset di Kebun 2026
"Akhir-akhir ini gue merasa terdampak dengan kenaikan harga barang-barang karena rupiah yang melemah," kata Baskara, dikutip Senin (8/6/2026).
Meski demikian, Baskara menegaskan dirinya masih berada di posisi yang beruntung atau memiliki privilege karena secara finansial masih sanggup membeli barang-barang kebutuhan tersebut.
Namun, ia justru mengkhawatirkan nasib sesama musisi lain yang mungkin tidak seberuntung dirinya dalam menghadapi situasi pelik ini.
"Kalau gue aja terdampak, gue gak kebayang kalian bakal gimana. serem," jelasnya.
Belanja Alat Musik Meroket, Semua Patokan Pakai USD
Dalam unggahan terpisah di media sosialnya, Baskara menuturkan sektor yang paling terasa imbasnya bagi seorang musisi adalah pengeluaran untuk alat musik.
Sebab, hampir seluruh instrumen dan perangkat audio berkualitas masih berkiblat pada harga pasar internasional.
"Belanjaan kebutuhan alat musik jelas terdampak. semuanya patokannya USD," tulis Baskara.
Tak berhenti di alat musik saja, musisi berusia 32 tahun ini menilai efek domino dari melemahnya rupiah sudah merembet ke segala sektor kehidupan sehari-hari, termasuk kebutuhan pokok yang kian mencekik.
"Cuma poinnya bukan hanya di situ, ini kerasa kok pengeluaran buat makan (total bulanan) dan hal-hal esensial lainnya meningkat dibanding kemarin-kemarin," ungkap Baskara.
Berdasarkan pantauan Tribunnews, pergerakan nilai tukar mata uang Paman Sam terhadap rupiah memang kian mengkhawatirkan.
Saat ini, harga 1 dolar Amerika Serikat sudah menembus angka Rp18.174, bahkan sempat menyentuh level tertinggi di angka Rp18.200 pada hari ini.
(Tribunnews.com/ M Alivio Mubarak Junior)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Hindia-Baskara-1-20112025.jpg)