Momen Tak Terduga Bawa Igo Rizqullah Hadirkan Pameran Seni di Yogjakarta Bersama IFI
Seniman Igo Rizqullah, resmi menghadirkan pameran bertajuk “Road to Igo” hasil kolaborasinya dengan Institut Français Indonesia Yogyakarta.
Ringkasan Berita:
- Pameran ini berawal dari momen sederhana ketika Igo menggambar di ruang publik ketika karyanya secara tak sengaja menarik perhatian pihak IFI Yogyakarta
- Bagi Igo, kesempatan ini bukan sekadar ruang memajang karya tapi sebuah kesempat yang jadi titik penting karirnya sebagai seniman
- IFI Yogyakarta memberi panggung bagi eksplorasi artistik Igo yang khas dengan garis-garis berliku, karakter pop, dan simbol-simbol abstrak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kolaborasi tak terduga antara seniman muda dan institusi budaya internasional melahirkan sebuah pameran yang penuh makna.
Seniman asal Sukabumi, Igo Rizqullah, resmi menghadirkan pameran bertajuk “Road to Igo” hasil kolaborasinya dengan Institut Français Indonesia Yogyakarta.
Pameran ini berawal dari momen sederhana ketika Igo tengah menggambar di ruang publik ketika karyanya secara tak sengaja menarik perhatian pihak IFI Yogyakarta.
Pertemuan spontan tersebut berkembang menjadi dialog kreatif yang membuka jalan bagi Igo untuk menggelar pameran tunggal perdananya di ruang pamer IFI.
Baca juga: Seniman Indonesia Pamerkan Karya instalasi di Kyoto Jepang
Bagi Igo, kesempatan ini bukan sekadar ruang memajang karya tapi sebuah kesempat yang jadi titik penting karirnya sebagai seniman.
"Ini bukan sekedar ruang yaa, lebih dari itu, pameran ini menjadi titik penting dalam proses pertumbuhan saya sebagai seniman muda," beber Igo Rizqullah kepada awak media, Jumat (20/1/2026).
Ia melihat pameran itu sebagai ruang untuk mengembangkan interpretasi atas karya-karyanya sekaligus mempertemukan dunia imajinasi yang ia bangun dengan publik yang lebih luas.
Melalui Road to Igo, IFI Yogyakarta memberi panggung bagi eksplorasi artistik Igo yang khas dengan garis-garis berliku, karakter pop, dan simbol-simbol abstrak.
Setiap karya seakan mengajak pengunjung menelusuri alur pikir sang seniman. Figur tentara, makhluk yang bermetamorfosis, potongan anatomi, hingga tulisan-tulisan tersembunyi dalam bahasa Indonesia dan Inggris menjadi elemen yang membentuk narasi visualnya.
Pada pembukaan pameran, Igo menyampaikan rasa terima kasih kepada rekan-rekan seniman serta Madame Margaux atas dukungan yang diberikan.
Ia juga menjelaskan sebagian alur dalam karyanya, termasuk lukisan yang menggambarkan tentara melawan kaum primitif.
Menurutnya, karya tersebut merefleksikan realitas yang hingga kini masih dihadapi masyarakat.
“Saya biasanya cari inspirasi dari mana saja yang menurut saya menarik dan biarin tangan saya menggambarkan bagaimana saya menginterpretasikan ide yang saya punya,” ujar Igo.
Kolaborasi ini sekaligus menegaskan komitmen IFI dalam memperkenalkan talenta-talenta muda kepada publik serta membuka peluang jejaring kreatif lintas disiplin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Seniman-1-20022026.jpg)