Senin, 13 April 2026

Polemik Beasiswa LPDP

Zanzabella Puji Aksi Tasya Kamila yang Jelaskan Peran dan Dedikasinya sebagai Alumni LPDP

Selebgram Tengku Zanzabella memuji aksi Tasya Kamila yang menjelaskan soal peran dan dedikasinya sebagai alumni LPDP.

Editor: Salma Fenty
Ringkasan Berita:
  • Belakangan ini publik heboh dengan pengakuan Dwi Sasetyaningtyas yang menyebut anaknya berstatus WNA Inggris, sementara dirinya tetap WNI. 
  • Ucapannya menuai hujatan warganet karena Tyas pernah menerima beasiswa LPDP, hingga membuat aktris Tasya Kamila ikut menjelaskan peran dan kontribusi alumni LPDP
  • Aksi Tasya mendapat pujian dari selebgram Zanzabella, yang sekaligus menyindir Tyas atas pernyataannya.

TRIBUNNEWS.COM - Belakangan ini jagat maya dihebohkan dengan pengakuan seorang wanita bernama Dwi Sasetyaningtyas.

Lewat postingan di media sosialnya, Dwi Sasetyaningtyas mengunggah konten yang menginformasikan bahwa anaknya kini telah tercatat sebagai Warga Negara Asing (WNA) tepatnya berkewarganegaraan Inggris.

Dalam unggahan itu Dwi Sasetyaningtyas menyebut cukup dirinya saja yang berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

"Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan," bunyi salah satu ucapan Dwi Sasetyaningtyas di akun TikToknya.

Kini ucapan wanita yang akrab disapa Tyas itu pun menuai hujatan dari warganet, khususnya masyarakat Indonesia.

Sebab Tyas pernah tercatat sebagai penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Viralnya, nama Dwi Sasetyaningtyas di jagat maya membuat aktris Tasya Kamila buka suara.

Sebagai sesama penerima beasiswa LPDP, ibu dua anak ini pun menjelaskan soal peran dedikasinya sebagai alumni LPDP.

Aksi aktris dengan nama lengkap Shafa Tasya Kamila itu sontak saja mendapatkan pujian dari selebgram Tengku Zanzabella.

Lewat unggahan Instagram Story @zanzabella, selebgram 36 tahun ini memuji aksi pelantun tembang Libur Tlah Tiba ini yang secara terang-terangan menjelaskan peran dan dedikasinya sebagai alumni LPDP.

"Nah gini ya kalian semua penerima LPDP, kayak si Tasya Libur Tlah," tulis Zanzabella, dikutip Rabu (25/4/2026).

Baca juga: Soroti Kontroversi Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas, Sabrina Chairunnisa: Gak Semua Harus Diposting

Menurut selebgram yang juga pemerhati sosial dan politik ini penjelasan istri Randi Bachtiar itu sebagai bentuk kewajiban dan kontribusi alumni LPDP.

"Laporan balas budi dalam bentuk kewajiban kontribusi," tambahnya.

Dalam unggahan lain, Zanzabella juga memberikan sindiran untuk Dwi Sasetyaningtyas.

DANA LPDP - Suami Dwi Sasetyaningtyas, Arya Iwantoro, mau untuk mengembalikan dana beasiswa LPDP yang diterimanya semasa menempuh pendidikan magister dan doktoral di Utrecht University, Belanda. Adapun total dana yang dikembalikan ditaksir mencapai Rp2 miliar.
DANA LPDP - Suami Dwi Sasetyaningtyas, Arya Iwantoro, mau untuk mengembalikan dana beasiswa LPDP yang diterimanya semasa menempuh pendidikan magister dan doktoral di Utrecht University, Belanda. Adapun total dana yang dikembalikan ditaksir mencapai Rp2 miliar. (HO/IST)

"Dengan bahasa dia yang bilang, untung gue aja deh yang WNI anak-anak kita jangan. Ayo semangat buat anak kita menjadi paspor yang kuat."

"Nggak tau diri, pulangin duitnya lu tanpa rakyat indonesia, tanpa support dari pemerintah indonesia lu gak bisa nginjakkan kaki disana, di negara yang lu bilang kuat banget nah sekarang kondisinya hanya anak lu doang, sementara lu dan laki lu adalah warga negara Indonesia. Kalau terjadi peperangan ke depannya, anak lo tinggal di luar negeri sendirian," sindir Zanzabella.

Dalam unggahan itu, selebgram asal Medan, Sumatera Utara ini menilai tindakan Tyas dalam kontennya salah.

"Atau kalau lo berada di sana (di Inggris), lo pikir pemerintah Indonesia nggak bakal ada komunikasi dengan mereka? Karena yang lo lakuin salah, maka pemerintah Indonesia bisa saja menelpon negara tersebut dan bilang sama mereka, 'ini adalah penghianat bangsa karena dia menginjakan kaki di sana dan sekolah di sana atas seizin kami dan dana kami sumbangan', ngerti gak? sedekah dari rakyat Indonesia untuk sekolahin lo untuk berbakti pada negara ini Indonesia nah, lo dengan bangganya cukup gue aja, hey!" pungkasnya.

Klarifikasi Tasya Kamila

Di tengah viralnya nama Dwi Sasetyaningtyas, publik pun mulai mempertanyakan kontribusi para alumni, khususnya dari kalangan artis yang dinilai memiliki kemampuan finansial.

Nama Tasya Kamila pun ikut disebut terlebih statusnya yang kini lebih fokus sebagai ibu rumah tangga (IRT) untuk mengurus dua anak membuat sebagian warganet mempertanyakan bentuk kontribusinya setelah menyelesaikan studi.

LPDP merupakan program beasiswa bergengsi dan kompetitif di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Program ini ditujukan untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang diharapkan kembali dan berkontribusi bagi Indonesia.

Di tengah perdebatan tersebut, publik mempertanyakan kontribusi para alumni, khususnya dari kalangan artis yang dinilai memiliki kemampuan finansial.

Mengetahui hal itu, Tasya pun langsung memberikan klarifikasi lewat unggahan Instagram @tasyakamila.

"Buatku, kalian berhak bertanya soal ini! Sebagai sesama rakyat, yang membayar pajak, aku sangat mengerti bahwa teman-teman mau 'investasi' kita menghasilkan output yag baik buat bangsa," tulis Tasya mengawali penjelasannya, dikutip Selasa.

Tasya menjelaskan bahwa dirinya menempuh studi S2 di Columbia University, Amerika Serikat, pada 2016–2018 dengan jurusan Public Administration in Energy and Environmental Policy.

"Background. Aku berkuliah S2 di Columbia University, Amerika Serikat mengambil jurusan Public Administration in Energy and Environmental Policy pada tahun 2016–2018. Sedari mendaftar LPDP, aku sudah bekerja di bidang industri kreatif sebagai penyanyi, aktor, public speaker, dan figur publik.

Alasan berkuliah dengan jurusan tersebut: memiliki ketertarikan di bidang lingkungan hidup dan perumusan kebijakan publik karena sejak tahun 2005 sudah mengemban tugas sebagai Duta Lingkungan Hidup.

Selain itu aku punya cita-cita untuk jadi Menteri, seenggaknya harus punya ilmu policymaking dong hehe. Tujuan perkuliahan: memperoleh ilmu, skill, koneksi/ network untuk bisa memanfaatkan platform ku sebagai figur publik agar bisa menjadi jembatan antara pemerintah (policymaker) dan masyarakat umum (public), terutama di bidang keberlanjutan (sustainability)," terangnya. 

Tasya juga merinci sejumlah pencapaiannya selama masa studi. Ia menyebut lulus tepat waktu dengan IPK 3.75, aktif di organisasi pemuda internasional di bawah naungan PBB, serta menghadiri forum-forum PBB di New York sebagai delegasi Indonesia.

Selain itu, ia mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, NTT, memanfaatkan sumber daya kampus, serta magang di Kementerian ESDM untuk memperdalam kebijakan energi baru dan terbarukan.

Lantas aktris yang memulai kariernya sejak tahun 1996 ini memaparkan bentuk tanggung jawabnya selama masa bakti LPDP 2n+1 pasca lulus pada 2018–2023.

Tasya menegaskan komitmennya untuk pulang ke Indonesia dan berkontribusi melalui berbagai kolaborasi dengan kementerian dan lembaga negara, termasuk KLHK, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, Bappenas, KPK, hingga LPDP.

Ia juga menjelaskan kontribusi melalui gerakan akar rumput lewat yayasan Green Movement Indonesia, edukasi lingkungan di media sosial, pembentukan komunitas dengan lebih dari 500 relawan, hingga kolaborasi program carbon offset, circular economy, dan penanaman mangrove.

Tasya menyebut telah menghadiri lebih dari 100 acara sebagai pembicara, mengunjungi setidaknya 50 universitas dan sekolah, serta menjangkau lebih dari 10.000 pemuda Indonesia.

(Tribunnews.com/Gabriella/Rinanda)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved