Selasa, 12 Mei 2026

Polemik Beasiswa LPDP

Kasus Dwi Sasetyaningtyas, Wamen Stella Christie: Gagalnya Pendidikan Moral sejak Dini

Wamen Stella Christie menilai kasus Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas menunjukkan adanya kegagalan pendidikan moral.

Tayang:
Instagram/sasetyaningtyas
BEASISWA LPDP - Foto Dwi Sasetyaningtyas, penerima beasiswa LPDP. Wamen Stella Christie menilai kasus Dwi Sasetyaningtyas menunjukkan adanya kegagalan pendidikan moral. 

Ringkasan Berita:
  • Wamendikti Saintek Stella Christie menganggap kasus Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas adalah bukti kegagalan pendidikan moral.
  • Dia merasa Tyas kurang mencintai negaranya.
  • Stella berharap beasiswa LPDP juga diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) Stella Christie menilai kasus Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas menunjukkan adanya kegagalan pendidikan moral.

Tyas adalah seorang penerima beasiswa LPDP yang menamatkan pendidikan S-2 di Universitas Teknologi Delft, Belanda, tahun 2017. Beberapa waktu lalu dia memamerkan anaknya yang baru saja mendapatkan kewarganegaraan Inggris.

“Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan paspor kuat WNA," kata Tyas di media sosial.

Pernyataan Tyas itu dianggap sebagai tindakan merendahkan Indonesia dan memicu polemik luas di tengah masyarakat, terlebih lagi dia adalah penerima beasiswa LPDP.

“Menurut saya ini adalah suatu kegagalan pendidikan moral sejak dini,” ucap Stella dalam program HOTROOM di Metro TV, Rabu, (25/2/2026).

Dia menilai Tyas kurang bermoral terhadap negara. Di samping itu, Tyas kurang memiliki rasa cinta kepada negara.

“Apa sebenarnya pengertian kita, identitas kita sebagai warga negara Indonesia, rasa patriotisme, rasa nasionalisme, rasa kecintaan terhadap negara, ini tentu saja mencerminkan kekurangan,” ujar Stella.

Tamatan Universitas Harvard itu merasa persoalan seperti yang menimpa Tyas saat ini tidak akan bisa diselesaikan dengan kebijakan LPDP yang semakin mengikat.

Menurut Stella, salah satu cara menyelesaikannya ialah memberikan rasa nasionalisme dan patriotisme sejak dini, misalnya dengan cara sederhana, yaitu berbicara dengan bahasa Indonesia kepada anak, tak peduli di mana pun seorang WNI berdomisili.

“Berikan kebanggaan bahwa berbicara bahasa Indonesia itu adalah suatu kebanggaan,” katanya.

Stella mengimbau masyarakat menggunakan beasiswa negara secara tepat sasaran. Dia berkata beasiswa harus diberikan kepada mereka yang berprestasi dan membutuhkan.

Baca juga: Dwi Sasetyaningtyas Banjir Hujatan, Alumni LPDP Singgung soal Moral: Beasiswa Ini Titipan Masyarakat

“Jangan sampai uang negara ini hanya diberikan kepada yang berprestasi, tetapi sebenarnya keluarganya mampu,” ujar dia.

“Beasiswa yang diberikan LPDP sampai saat ini belum atau tidak sama sekali mempertimbangkan latar belakang ekonomi. Jadi, hanya diberikan berdasarkan prestasi."

Stella merasa sudah saatnya uang negara diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved