Terlihat Sehat, Mengapa Tiba-tiba Serangan Jantung? Dokter : Proses Lemak Pecah Seperti Jerawat
Seseorang yang terlihat sehat bisa tiba-tiba kolaps karena serangan jantung. Bagaimana bisa terjadi?
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Seseorang yang terlihat sehat bisa tiba-tiba kolaps karena serangan jantung.
- Ini terjadi karena proses yang berlangsung diam-diam selama bertahun-tahun di dalam pembuluh darah.
- Pecahnya plak ini bisa terjadi mendadak, seperti jerawat yang matang lalu meletus.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang heran, bagaimana mungkin seseorang yang terlihat sehat bisa tiba-tiba kolaps karena serangan jantung?
Jawabannya ada pada proses yang berlangsung diam-diam selama bertahun-tahun di dalam pembuluh darah.
Baca juga: Selamat dari Serangan Jantung Bukan Berarti Aman, Dokter: Justru Masa Kritis Cegah Serangan Kedua
Menurut Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Intervensi RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Nanda Iryuza Sp. J.P, Subsp. K.I. (K), pembuluh darah jantung bisa diibaratkan seperti selang air.
Di dalamnya mengalir darah yang membawa oksigen dan nutrisi. Namun seiring waktu, lemak bisa menumpuk di dinding bagian dalam.
Awalnya wajar. Namun ketika penumpukan semakin tebal, aliran darah menyempit.
Jika plak itu stabil, penyumbatan terjadi perlahan dan gejalanya bisa berupa sesak atau nyeri saat aktivitas.
Masalah besar muncul ketika plak tersebut pecah.
Baca juga: Hasil Autopsi Kematian Dosen Levi: Pembuluh Darah Pecah, Paru-paru Penuh Darah, Sulit Bernapas
“Kalau pecah, apa yang terjadi? Di sini akan terjadi gumpalan darah yang menutup luka tersebut sehingga tiba-tiba terjadi serangan jantung,"ungkapnya pada media briefing di Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026).
Pecahnya plak ini bisa terjadi mendadak, seperti jerawat yang matang lalu meletus.
Begitu pembuluh tertutup total, bagian jantung yang seharusnya menerima oksigen langsung kekurangan suplai. Dalam waktu singkat, kerusakan permanen bisa terjadi.
Kondisi ini tidak memandang usia atau jenis kelamin.
“Itulah yang paling sering mengakibatkan kematian mendadak pada manusia, baik itu perempuan, laki-laki, umur muda, umur tua, tidak memandang bulu di sini,"imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-jantung-baik.jpg)