Dokter Kardiologi Dicemooh Usai Tegaskan GERD Tak Picu Serangan Jantung, Dokter Tirta Murka
Momen tersebut seiring duka yang menyelimuti keluarga dan handai tolan selebgram Lula Lahfah. Lula meninggal dunia, Jumat (23/1/2026).
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perdebatan soal kesehatan kembali ramai di media sosial pada Januari 2026.
Seorang dokter kardiologi menjadi perbincangan setelah pernyataannya mengenai GERD tidak menyebabkan sakit jantung menuai kritik tajam dari sejumlah netizen di platform X. Bahkan si dokter dicemooh dan disuruh belajar lagi.
Perdebatan ini seiring duka yang menyelimuti keluarga dan handai tolan selebgram Lula Lahfah. Lula meninggal dunia, Jumat (23/1/2026).
Situasi tersebut membuat dokter sekaligus influencer kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi, murka.
Baca juga: Tangisan Duka Wendy Walters di Pemakaman Lula Lahfah: Kamu akan Dirindukan
Baca juga: ART Mengaku Dengar Teriakan Kesakitan Lula Lahfah dari Dalam Kamar Apartemen Sebelum Meninggal
Dalam penjelasannya, dr. Tirta menegaskan bahwa GERD atau gangguan asam lambung naik merupakan kondisi yang berbeda dengan penyakit jantung, termasuk serangan jantung mendadak.
“Yang namanya Gargert Lambung, ya itu jauh banget hubungannya kalau bisa menyebabkan serangan jantung," ungkapnya pada video yang diunggah di akun Instagram miliknya, dikutip Senin, (26/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa kematian mendadak secara medis umumnya berkaitan dengan gangguan pada organ vital seperti jantung atau otak, bukan disebabkan langsung oleh asam lambung.
“Yang bisa menyebabkan kematian dadakan itu bener-bener adalah terkait jantung biasanya dan terkait otak. Jantung ya sudden death,"imbuhnya.
Kenapa GERD Sering Disalahartikan sebagai Masalah Jantung?
Dr. Tirta menerangkan bahwa keluhan GERD memang sering menimbulkan rasa tidak nyaman di dada, sehingga kerap disalahpahami sebagai gangguan jantung. Namun, mekanisme yang terjadi berbeda.
“GERD itu penyakit asam lambung naik, mas. Itu nama awamnya asam lambung naik,"imbuhnya.
Menurutnya, rasa nyeri akibat asam lambung bisa memicu respons tubuh seperti rasa sesak atau berdebar.
Tapi hal tersebut tidak sama dengan gangguan irama jantung yang menjadi penyebab serangan jantung.
Dr. Tirta mengingatkan pentingnya memahami informasi kesehatan secara utuh dan berdasarkan keilmuan.
Ia menekankan bahwa ilmu kedokteran memiliki dasar akademik dan praktik klinis yang panjang, sehingga tidak bisa disederhanakan hanya dari potongan informasi di media sosial.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Tirta-1-07012025.jpg)