Rabu, 15 April 2026

Aurelie Moeremans Umumkan Broken Strings Diadaptasi Jadi Film

Broken Strings merupakan buku digital karya Aurelie yang mengangkat pengalaman pribadinya sebagai korban grooming saat remaja.

Instagram @aurelie
Kondisi Aurelie Moeremans pasca gegar otak 
Ringkasan Berita:
  • Buku Broken Strings karrya Aurelie Moeremans yang sempat menyita perhatian publik kabarnya diangkat ke layar lebar
  • Lewat proyek film ini, Aurelie berharap karyanya bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas, terutama terkait bahaya child grooming
  • Untuk menentukan sosok filmmaker yang akan diajak bekerja sama, Aurelie lebih mengutamakan intuisi pribadi

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktris Aurelie Moeremans mengumumkan novel karyanya yang berjudul Broken Strings akan segera diangkat ke layar lebar.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Aurelie melalui pesan tertulis di Broadcast Channel Instagram pribadinya yang diberi nama Broken Strings Circle.

"Setelah banyak banget pertimbangan, dan meeting sama berbagai production house serta sutradara, akhirnya aku memutuskan untuk membawa Broken Strings ke layar film," tulis Aurelie, dikutip Jumat (20/3/2026).

Baca juga: Terkena Imbas Buntut Buku Broken Strings Aurelie Moeremans, Kini Roby Tremonti Tak Peduli Hujatan

Ia mengaku telah melalui perjalanan panjang sebelum akhirnya menentukan rumah produksi dan sutradara yang akan menggarap kisah pribadinya itu.

Aurelie menekankan keputusan untuk mengadaptasi Broken Strings ke film tidak dilatarbelakangi oleh keuntungan semata atau ambisi meraih popularitas secara instan.

"Ini bukan keputusan yang aku ambil karena siapa yang paling menjanjikan viral, atau siapa yang berani bayar paling besar," ungkapnya

Dalam menentukan sosok filmmaker yang akan diajak bekerja sama, Aurelie lebih mengutamakan intuisi pribadi.

Sebagai seorang ibu satu anak, ia mencari sineas yang benar-benar memiliki kepedulian terhadap isu sensitif yang diangkat dalam ceritanya.

"Aku memilih berdasarkan feeling aku, siapa yang benar-benar peduli dengan ceritaku, yang mau menyampaikan pesan ini dengan jujur, dengan hati, bukan hanya karena hype," paparnya.

Lewat proyek film ini, Aurelie menyimpan harapan besar agar karyanya bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas, terutama terkait bahaya child grooming.

Ia juga berharap film Broken Strings nantinya dapat menjadi ruang yang merangkul para penyintas child grooming.

"Aku berharap, dengan adanya film ini nanti, semakin banyak orang yang sadar akan bahaya child grooming, dan mungkin bisa membantu seseorang merasa tidak sendirian," ungkap Aurelie.

Meski begitu, hingga kini Aurelie Moeremans masih belum mengungkap siapa sutradara maupun rumah produksi yang akan terlibat dalam proyek tersebut.

Ia menutup pengumumannya dengan menyampaikan rasa terima kasih kepada para pengikutnya yang selama ini terus memberikan dukungan.

"Aku benar-benar excited untuk perjalanan ini. Thank you for being part of this journey," pungkasnya.

Sebagai tambahan informasi, Broken Strings merupakan buku digital karya Aurelie yang mengangkat pengalaman pribadinya sebagai korban grooming saat remaja.

Cerita tersebut menggambarkan proses manipulasi yang ia alami hingga akhirnya mampu bangkit dan menyelamatkan diri.

Aurelie juga pernah menegaskan keberaniannya membagikan kisah tersebut didorong oleh keinginan untuk membantu para korban lain.

Ia berharap cerita itu bisa mematahkan stigma negatif serta rasa bersalah yang kerap dirasakan oleh para penyintas.
 

(Tribunnews.com/ M Alivio Mubarak Junior)

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved