Polemik Film Aku Harus Mati
Iwet Ramadhan Minta Maaf, Baliho Film Aku Harus Mati Bikin Gaduh hingga Diturunkan Lebih Cepat
Baliho film horor 'Aku Harus Mati' memunculkan polemik karena dianggap mengganggu. Foto penurunan baliho promosi film itu viral.
“Dua-duanya, karena memang fasenya sudah selesai, tapi juga karena kami mendengar dan memahami berbagai respons dari masyarakat,” tambahnya.
Ia juga memastikan seluruh materi promosi di 36 titik yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia kini sudah tidak lagi terpasang.
“Targetnya tanggal 5 semua sudah turun, dan saat ini memang sudah turun semua,” jelas Iwet.
Janji Evaluasi Materi Promosi
Selain penurunan baliho, tim produksi juga tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi promosi.
Salah satu langkah lanjutan yang akan diterapkan adalah penambahan peringatan atau trigger warning pada materi promosi film.
“Kami juga akan menambahkan trigger warning pada materi promosi kami sebagai bagian dari evaluasi yang sedang berjalan,” ungkap Iwet.
Pesan Film Aku Harus Mati
Meski menuai kontroversi, Iwet menegaskan bahwa film ini tetap membawa pesan sosial yang ingin disampaikan kepada penonton, khususnya terkait fenomena sosial di masyarakat.
“Pesan yang ingin kami sampaikan adalah jangan sampai karena kebutuhan validasi atau flexing, seseorang sampai ‘menjual jiwa demi harta’,” ujarnya.
Ia pun mengapresiasi kritik dari masyarakat yang dianggap sebagai pembelajaran penting bagi tim produksi ke depannya.
“Ini jadi pelajaran bahwa dalam memperkenalkan karya, kita harus benar-benar mempertimbangkan konteks dan sensitivitas publik,” tutupnya.
Baliho Menuai Kritik
Sekedar informasi, setelah ramai dikritik karena dianggap memicu ajakan untuk berbuat negatif, foto penurunan baliho promosi film itu viral.
Film yang dibintangi oleh Hana Saraswati dan Amara Sophie itu sudah tayang di bioskop Indonesia sejak 2 April 2026 lalu.
Billboard berukuran besar bertuliskan "AKU HARUS MATI" dalam huruf kapital, disertai visual mata merah menyala, dinilai tidak layak tayang di ruang publik.
Sejumlah protes datang dari para pengguna Threads.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Iwet-Ramadhan-aky-harus-mati.jpg)