Polemik Film Aku Harus Mati
Iwet Ramadhan Minta Maaf, Baliho Film Aku Harus Mati Bikin Gaduh hingga Diturunkan Lebih Cepat
Baliho film horor 'Aku Harus Mati' memunculkan polemik karena dianggap mengganggu. Foto penurunan baliho promosi film itu viral.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
Ringkasan Berita:
- Baliho film horor 'Aku Harus Mati' memunculkan polemik karena dianggap mengganggu.
- Foto penurunan baliho promosi film itu viral.
- Materi promosi menuai kritik karena dianggap memicu ajakan untuk berbuat negatif.
- Iwet Ramadhan mewakili tim produksi film pun minta maaf atas kegaduhan film ini.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beberapa hari lalu sosial media ramai membahas baliho dari film horor 'Aku Harus Mati'.
Netizen di media sosial mengkritik baliho itu dan menyebut bahwa itu sangat mengganggu.
Baca juga: Kronologis Baliho Film Horor ‘Aku Harus Mati’ Diturunkan, Dari Promosi Diprotes Warga: Picu Bundir
Materi promosi karena bisa jadi pemicu hal negatif untuk orang-orang yang punya masalah kesehatan mental.
Iwet Ramadhan, Head of Creative Strategic sekaligus mewakili produser akhirnya angkat bicara soal polemik baliho film Aku Harus Mati.
Mewakili pihak produksi, Iwet mengakui adanya ketidaknyamanan yang dirasakan publik akibat materi promosi film tersebut di ruang publik.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf sekaligus menjelaskan langkah yang telah diambil tim.
“Kami menyesalkan sekali ketidaknyamanan yang ditimbulkan, khususnya dari bagaimana film ini diperkenalkan di ruang publik,” ujar Iwet Ramadhan dalam wawancara virtual, Senin (6/4/2026).
Baliho Diturunkan Lebih Cepat
Sebagai bentuk respons atas kritik yang berkembang, pihak produksi memutuskan untuk menurunkan seluruh materi billboard lebih cepat dari jadwal semula.
Awalnya, fase promosi tersebut direncanakan berakhir pada 5 April, namun dipercepat menjadi 4 April.
“Kami sudah melakukan penyesuaian, termasuk inisiatif dari kami untuk menurunkan materi billboard sejak tanggal 4 April," ucapnya.
"Seharusnya fase ini berakhir tanggal 5, tapi kami percepat satu hari,” jelas Iwet.
Iwet menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan hanya karena jadwal promosi yang memang sudah hampir selesai, tetapi juga sebagai respons atas keluhan masyarakat yang ramai diperbincangkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Iwet-Ramadhan-aky-harus-mati.jpg)