Senin, 13 April 2026

Doktif Vs Richard Lee

Status Mualaf Richard Lee Dipersoalkan Doktif, Ustaz Derry Sulaiman Buka Suara

Status mualaf Richard Lee dipertanyakan Doktif. Ustaz Derry Sulaiman menegaskan syahadat jadi penentu keislaman seseorang.

Ringkasan Berita:
  • Richard Lee ditahan terkait kasus perlindungan konsumen, namun polemik melebar hingga menyinggung status mualafnya.
  • Dokter Detektif meragukan keislaman Richard meski ia mengaku sudah mualaf sejak 2023.
  • Ustaz Derry Sulaiman menegaskan syahadat cukup menjadikan seseorang Muslim dan mengajak publik untuk tidak menghakimi.

TRIBUNNEWS.COM - Kasus hukum yang menjerat dokter sekaligus YouTuber Richard Lee masih menyita perhatian publik.

Ia resmi ditahan usai menjalani pemeriksaan pada Jumat malam (6/3/2026) di Polda Metro Jaya terkait dugaan pelanggaran perlindungan konsumen.

Perkara ini bermula dari laporan rekan sejawatnya, Samira Farahnaz atau yang dikenal sebagai Dokter Detektif (Doktif).

Ia menyoroti dugaan produk serta layanan kecantikan yang dipromosikan Richard Lee yang dinilai berpotensi merugikan konsumen.

Namun, polemik tidak berhenti pada persoalan tersebut.

Doktif turut menyinggung status keagamaan Richard Lee yang sebelumnya mengaku telah menjadi mualaf sejak sekitar 2023, meski baru mengumumkannya ke publik pada awal Maret 2025.

Diketahui, proses syahadat Richard Lee dibimbing oleh Ustaz Derry Sulaiman di Palembang, bahkan ia juga disebut sempat melakukan syahadat ulang pada Rabu, 5 Maret 2025.

Meski demikian, Doktif mengaku meragukan status tersebut, sehingga memicu perdebatan di tengah publik.

Menanggapi hal itu, Ustaz Derry Sulaiman pun angkat bicara.

Ia menjelaskan bahwa perjalanan keimanan seseorang tidak bisa diukur secara instan, terlebih bagi seorang mualaf.

Derry menilai, bahkan seseorang yang sejak lahir beragama Islam pun belum tentu langsung mampu mengamalkan ajaran dengan sempurna.

Baca juga: Isu Penundaan Pemeriksaan Richard Lee, Polda Metro Tegaskan Masih Berstatus Tahanan

"Orang Islam dari lahir saja kadang-kadang belum bisa mengamalkan agama, apalagi orang yang baru masuk Islam ya," ujar Ustaz Derry Sulaiman, dikutip Tribunnews dari YouTube Reyben Entertainment, Senin (13/4/2026). 

Ia kemudian menegaskan bahwa syarat seseorang disebut Muslim adalah telah mengucapkan syahadat.

"Jadi orang kalau dia sudah syahadat berarti dia sudah Islam. Kalau dia belum beramal dan sebagainya, kita doakan saja ya. Jangan sampai kita ada kesan kita enggak senang melihat keislaman seseorang gitu ya."

Lebih lanjut, pemilik nama asli Deri Guswan Pramona ini menyebut dirinya merupakan pihak yang membimbing langsung proses mualaf Richard Lee dan melihat adanya niat baik dari yang bersangkutan.

"Saya yang mengislamkan beliau, saya lihat banyak kebaikan ya, seperti bangun masjid," terangnya. 

Ia juga meminta publik untuk tidak membandingkan tingkat keimanan seseorang, terutama bagi mereka yang baru memeluk Islam.

"Mungkin dia belum mampu seperti kalian-kalian yang saleh-saleh ya."

Menurutnya, status keislaman seseorang tidak bisa dibatalkan begitu saja tanpa pernyataan langsung dari yang bersangkutan.

"Tapi sebelum orang itu mendeklarasikan dia bukan Islam, kita tidak boleh mengkafirkan orang ya, tidak boleh membatalkan keislaman seseorang."

Di akhir pernyataannya, Derry mengajak masyarakat untuk lebih mengedepankan doa dan sikap positif.

"Jadi ya kita doakan saja Dr. Richard banyak kebaikan," pungkasnya. 

Baca juga: Pemeriksaan Richard Lee Kembali Ditunda, Doktif: Sudah Hafal Sama Karakternya

Doktif Pertanyakan Status Mualaf Richard Lee, Singgung Bukti dan Rencana Ungkap Fakta

Sebelumnya, Doktif mengaku masih meragukan status mualaf Richard Lee.

Dalam pernyataannya, ia menyampaikan keyakinannya bahwa Richard Lee tidak menjalankan ibadah puasa.

"Tapi guys 1000 persen Doktif yakin dia (Richard Lee) enggak puasa ya. Jadi dia tidak puasa," ujar Doktif, dikutip Tribunnews dalam YouTube Intens Investigasi, Jumat (13/3/2026). 

Ia juga menyebut akan menghadirkan narasumber yang diklaim memiliki informasi terkait status mualaf tersebut.

"Nanti Doktif akan live bersama dengan narasumber yang akan membongkar bahwa proyek mualaf itu bukan proyek asli ya, tapi proyek-proyekan ya. Jadi sudah terbukti bahwa dia tidak pernah salat, dia tidak pernah puasa di dalam."

Doktif mengatakan rencana siaran langsung itu akan digelar untuk memaparkan sejumlah informasi tambahan.

"Kita nantikan narasumber, insyaallah Doktif akan live nanti malam ya. Jangan ke mana-mana ya, tetap stay tune," terangnya. 

Ia juga menyinggung pandangannya mengenai penggunaan agama dalam konteks tertentu.

"Dan mungkin ya Allah sudah menunjukkan kekuasaannya ya, mau enggak mau di bulan Ramadan dia harus masuk karena satu hal yang paling Doktif gedek permainan agama. Jadi agama ini digunakan sebagai politik ya."

Menurut Doktif, ada pula seseorang yang sebelumnya pernah terlibat dalam proses terkait status mualaf Richard Lee.

"Jadi nanti juga akan ada seseorang yang pernah memberikan surat mualaf dan ternyata dia juga kecewa karena tadi dia sempat mampir untuk bertemu, sowan jenguk dengan membawa Alquran ya," jelas Doktif. 

Ia mengklaim orang tersebut mendapatkan informasi dari petugas mengenai aktivitas Richard Lee selama berada di dalam tahanan.

"Ternyata pada saat mau ketemu dikatakan bahwa penjaganya saja tidak pernah melihat dia salat, tidak pernah melihat dia puasa. Jadi dia di dalam pun dia makan, di dalam pun dia seperti biasa."

Karena itu, menurut Doktif, orang tersebut akhirnya membatalkan rencana pertemuan dengan Richard Lee.

"Ya, jadi akhirnya beliau memutuskan untuk membatalkan bertemu dengan saudara tersangka DRL karena cukup kecewa."

Doktif menambahkan bahwa orang tersebut kemudian menyampaikan permintaan maaf kepadanya.

"Jadi apa yang dikatakan bahwa dia mempermainkan agama itu benar dan akhirnya beliau meminta maaf kepada Doktif," pungkasnya. 

Baca juga: Kasus Richard Lee Naik Sidik, Doktif Pantang Cabut Laporan Meski Akunnya Disita

Duduk Awal Perseteruan

Perseteruan Doktif dan Richard Lee menanas berawal dari aksi saling lapor.

Keduanya pun telah ditetapkan menjadi tersangka.

Doktif ditetapkan tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik. 

Sedang Richard Lee ditetapkan tersangka kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen terkait produk dan treatment kecantikan.

Perseteruan berawal dari konten Doktif yang sering mengulas produk kecantikan dan menuduh beberapa produk milik Richard Lee melakukan overclaim atau penipuan kandungan bahan.

Richard Lee kemudian melaporkan Doktif atas pencemaran nama baik karena merasa produknya disudutkan secara tidak adil. 

Sebaliknya, Doktif melaporkan Richard Lee atas dugaan berita bohong dan pelanggaran perlindungan konsumen.

Mantan karyawan Richard Lee muncul memberikan kesaksian kepada Doktif mengenai dugaan praktik produksi skincare yang tidak sesuai aturan.

(Tribunnews.com, Rinanda) 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved