Tak Kenal Cinta Monyet, Erie Suzan Akui Hanya Tiga Kali Pacaran dan Pernah Trauma
Erie Suzan hanya tiga kali pacaran dan akui trauma, pilih jalani hidup sendiri dengan rasa syukur
Ringkasan Berita:
- Erie Suzan mengaku hanya tiga kali berpacaran dan tak pernah merasakan cinta monyet sejak remaja
- Pengalaman asmara yang menyakitkan membuatnya menyimpan trauma, ditambah melihat banyak pernikahan artis berakhir cerai
- Meski begitu, ia tetap bersyukur dan memilih menikmati hidup tanpa pasangan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pedangdut Erie Suzan membagikan kisah perjalanan asmaranya yang terbilang tidak biasa, sejak masa remaja hingga dikenal sebagai penyanyi dangdut ternama.
Di usia yang kini menginjak 47 tahun, Erie mengungkapkan bahwa dirinya nyaris tidak memiliki banyak pengalaman dalam hal percintaan. Bahkan, ia mengaku tak pernah merasakan fase “cinta monyet” seperti kebanyakan orang.
“Mungkin antara bodoh atau naif, bedanya tipis sekali. Seumur hidup, saya tidak pernah mengenal yang namanya cinta monyet,” ujar Erie saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Saat masih duduk di bangku sekolah, Erie justru lebih sering berperan sebagai “mak comblang” bagi teman-temannya. Ia membantu menjodohkan banyak orang hingga berujung pernikahan, sementara dirinya sendiri tidak menjalin hubungan asmara.
“Saya sering menjodohkan teman-teman, dan mereka berhasil sampai menikah. Tapi saya sendiri tidak pernah merasakan itu,” katanya.
Baca juga: Belum Menikah di Usia 47 Tahun, Erie Suzan: Saya Single dan Sangat Bahagia
Erie baru mulai mengenal perasaan cinta saat duduk di bangku kuliah. Kala itu, ada seorang pria yang menyatakan perasaan kepadanya, namun ia menolak karena belum memahami arti cinta.
Perasaan tersebut justru datang belakangan, saat pria tersebut harus melanjutkan studi ke Jerman.
“Di situ saya baru merasakan jatuh cinta sekaligus patah hati. Rasanya aneh sekali,” ungkapnya.
Sepanjang hidupnya, Erie mengaku hanya pernah berpacaran sebanyak tiga kali. Ketiga hubungan tersebut memiliki latar belakang dan karakter yang berbeda, sehingga ia tidak memiliki tipe pasangan tertentu.
“Seumur hidup saya baru pacaran tiga kali. Semuanya berbeda-beda, jadi saya tidak punya tipe khusus,” jelasnya.
Namun, pengalaman dari ketiga hubungan itu meninggalkan kesan mendalam, bahkan menyisakan luka yang masih diingat hingga kini.
Di sisi lain, wanita kelahiran Karanggeneng, Lamongan, Jawa Timur itu juga mengaku sempat merasa takut untuk menikah. Hal ini dipengaruhi oleh pengalaman rumah tangga sejumlah rekan artisnya yang berakhir dengan perceraian.
“Saya melihat sendiri perjalanan mereka, dari pacaran sampai menikah karena merasa cocok. Tapi akhirnya berpisah karena tidak cocok,” tuturnya.
Dari pengalaman tersebut, Erie memandang bahwa pernikahan bukan sekadar mencari kecocokan, melainkan tentang bagaimana dua individu mampu menyatukan dan menghargai perbedaan.
“Menikah itu bukan mencari yang cocok, tapi bagaimana kita menyatukan perbedaan,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/eriesuzan1222.jpg)