Fuji Lega Kasus Dugaan Penggelapan Makin Terang, Minta Terduga Pelaku Dihukum Seadil-adilnya
Fuji merasa lega usai perkembangan kasus dugaan penggelapan dana endorsement yang dilaporkannya sudah ada titik terang.
Saat ditanya soal kemungkinan pengembalian dana senilai miliaran, Fuji mengaku sejauh ini belum ada pembicaraan dari terlapor.
"Sejauh ini nggak ada sih, cuma minta maaf doang ya. Kalau mau ngebalikin juga dari mana ya kalau untuk hampir empat digit," katanya.
Sementara itu, Sandy menyebut nilai kerugian versi kliennya mencapai lebih dari Rp1 miliar, namun angka pastinya masih menunggu hasil pengecekan terakhir.
Fuji pun pesimistis uang tersebut bisa dikembalikan sepenuhnya.
"Ya satu persen apa loh bisa dia balikin ya? Entah harus kerja apa? Karena menurut aku mau kerja dari mana dia untuk kembaliin uang segitu. Bukan maksudnya ngerendahin ya, dikarenakan sebenarnya gaji dia juga udah oke, tapi dia memilih untuk menggelapkan dana," tandas Fuji.
Sebelumnya, Fuji melaporkan mantan staf admin media sosialnya atas dugaan penipuan dan penggelapan dana endorsement senilai miliaran rupiah.
Jejak Kasus
Kasus tersebut disebut telah terdaftar sejak Mei 2025.
Pelaku diduga memanipulasi data pembayaran dari sejumlah brand dan tidak menyetorkan uang kerja sama kepada Fuji.
Modus yang dipakai disebut menggunakan skema "gali lubang tutup lubang" selama kurang lebih dua tahun.
Fuji mengungkapkan kecurigaan muncul saat dirinya meminta bukti transfer dari salah satu klien, namun justru diberikan bukti pembayaran dari klien lain.
Selain itu, nominal transfer yang diterima juga disebut tak sesuai dengan rate card miliknya.
Setelah dilakukan penelusuran, Fuji mengaku sempat menanyakan langsung kepada admin tersebut hingga akhirnya pelaku mengakui perbuatannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Fuji-enggan-menempuh-jalur-mediasi-untuk-menyelesaikan-kasus-dugaan-penggelapan.jpg)