Rabu, 6 Mei 2026

Rien Wartia Protes Kelakuan ART yang Melaporkannya ke Polisi dengan Tuduhan Penganiayaan

Rien Wartia Trigina mengungkapkan bahwa ART tersebut diduga merekam dan mengunggah berbagai aktivitas di dalam rumahnya ke media sosial tanpa izin

Tayang:
Instagram/@erintaulany
Rien Wartia Trigina 

Ringkasan Berita:
  • Rien tak sreg dengan kinerja Herawati, asisten rumah tangga, yang dia pekerjakan
  • Herawati diduga merekam dan mengunggah berbagai aktivitas di dalam rumah Rien ke media sosial tanpa izin
  • Erin juga mengungkapkan bahwa ART tersebut diduga mengenakan pakaian milik anaknya tanpa izin dan turut mengunggahnya ke media sosial

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Usai bantah melakukan penganiayaan, Rien Wartia Trigina atau Erin menyinggung kinerja Herawati, asisten rumah tangganya (ART), yang diduga bermasalah sejak awal bekerja.

Rien Wartia Trigina mengungkapkan bahwa ART tersebut diduga merekam dan mengunggah berbagai aktivitas di dalam rumahnya ke media sosial tanpa izin.

“Yang paling krusial adalah dia melakukan konten ke media sosial tentang isi rumah saya. Jadi privasi isi rumah saya dan anak-anak itu divideoin,” kata Rien Wartia di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, tidak hanya kondisi rumah, ART tersebut juga merekam aktivitas anak-anaknya hingga bagian-bagian rumah secara detail.

“Dari tampak depan, belakang, kegiatan anak-anak, bahkan kamar. Itu sangat mengganggu,” ujarnya.

Baca juga: Rien Wartia Trigina Klaim Punya Bukti Video CCTV Bantah Tuduhan Aniaya ART

Menurut Erin, tindakan tersebut membuat keluarganya merasa tidak nyaman, terutama anak-anaknya yang keberatan aktivitas mereka tersebar di media sosial.

“Anak saya sampai bilang, ‘Mama, kenapa aku dimasukin ke Facebook-nya dia?’ Itu sangat mengganggu,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Erin juga mengungkapkan bahwa ART tersebut diduga mengenakan pakaian milik anaknya tanpa izin dan turut mengunggahnya ke media sosial.

Kuasa hukum Erin, Sunan Kalijaga, menilai tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran etika, tetapi juga berpotensi membahayakan.

“Semua isi rumah di-upload, bahkan mobil dan plat nomor terlihat jelas. Ini bisa membahayakan ke depan,” kata Sunan.

“Banyak kasus kejahatan berawal dari informasi di media sosial. Ini yang kami nilai berbahaya,” tegasnya.

Di sisi lain, Erin menegaskan bahwa dirinya telah lebih dulu mengajukan komplain kepada pihak penyalur ART terkait perilaku tersebut.

“Saya sudah minta diganti sejak awal karena hal-hal seperti itu dan juga pekerjaan yang tidak beres,” katanya.

Kini situasi kian pelik. Rien dilaporkan Hewarati ke pihak berwajib dengan tuduhan melakukan penganiayaan. Laporan Hera terdaftar dengan nomor LP/1680/IV/2026/SPKT/Polres Metro Jakarta Selatan tertanggal 29 April 2026.

Berkait tuduhan tersebut, Rien menyampaikan bantahan. ia mengaku punya bukti video CCTV.

(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved