Selasa, 21 April 2026

Penyakit Menular Campak Terus Muncul di Indonesia? Ini Penjelasan Menkes

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan penjelasan mengenai penyebab penyakit menular seperti campak terus muncul di Indonesia.

Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
PASIEN BPIJK DITOLAK RS - Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Budi Gunadi menegaskan bakal tegur Rumah Sakit yang tolak pasien PBIJK. [Rizki Sandi Saputra] 

Ringkasan Berita:
  • Campak memiliki tingkat penularannya yang sangat tinggi. Reproduction rate-nya bisa mencapai 15 hingga 18
  • Campak merupakan penyakit yang bisa dicegah dengan vaksinasi. Vaksin campak sudah tersedia dan terbukti efektif
  • Kasus biasanya meningkat di awal tahun. Bukan karena cuaca melainkan karena mobilitas

 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, penyebab penyakit menular seperti campak terus muncul di Indonesia.

Hal ini disampaikan Budi saat rapat bersama Komisi IX DPR RI, Jakarta, Senin (20/4).

1. Penyakit dengan Daya Tular Tinggi

Penyakit campak bukanlah penyakit baru. Penyakit lama ini sering muncul lantaran  karakter virus yang terus berkembang.

Campak memiliki tingkat penularannya yang sangat tinggi. Reproduction rate-nya bisa mencapai 15 hingga 18.

"Satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus  ke 15-18 orang. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan Covid-19. Campak ini salah satu penyakit paling mudah menyebar di dunia," ungkap dia.

2. Cakupan Vaksinasi Belum Optimal

Budi menuturkan, campak merupakan penyakit yang bisa dicegah dengan vaksinasi. Vaksin campak sudah tersedia dan terbukti efektif.

Sayangnya, cakupan vaksinasi campak di Tanah Air rendah.

Baca juga: Penyakit Campak dan Polio Bangkit Lagi, IDAI Singgung Cakupan Imunisasi

"Saat ada outbreak atau wabah, berarti cakupan vaksinasinya rendah," ujar BGS.

Hal ini dikarenakan gangguan layanan saat pandemi covid-19 dan keraguan masyarakat terhadap vaksin.

Saat pandemi lalu fokus pemerintah adalah mengencarkan vaksinasi Covid-19, sehingga imunisasi rutin, termasuk campak terlewatkan.

Ia juga menyoroti keraguan orangtua untuk membawa buah hati vaksinasi campak diantaranya karena terkait isu kehalalan vaksin.

"Ini yang mempengaruhi keputusan orangtua ada isu halal dan haram vaskin. Sehingga mereka ragu," ujar dia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved