Selasa, 12 Mei 2026

Sakit Campak Masih Jadi Risiko Kematian yang Tinggi, Masyarakat Wajib Ketahui Gejalanya

Memasuki awal 2026, kasus suspek campak juga masih ditemukan di berbagai wilayah, menandakan perlunya upaya pencegahan yang berkelanjutan.

Tayang:
HO/IST
PENYULUHAN CAMPAK - Edukasi soal bahaya sakit campak dan pencegahannya terus digalakan seiring risiko campak yang masih tinggi. 
Ringkasan Berita:
  • Campak merupakan penyakit menular yang sangat mudah menyebar melalui percikan batuk maupun bersin penderita
  • Selain imunisasi, masyarakat juga diimbau lebih peka terhadap gejala awal campak seperti demam tinggi, ruam merah pada kulit, batuk, pilek, hingga mata merah
  • Pemeriksaan sejak dini dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi bisa ditekan

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus campak masih menjadi ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai masyarakat. 

Penyakit menular ini disebut memiliki tingkat penyebaran yang sangat tinggi dan dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, sepanjang 2025 tercatat puluhan ribu kasus suspek campak di Indonesia. 

Ribuan kasus di antaranya terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium, bahkan menyebabkan sejumlah kematian. 

Memasuki awal 2026, kasus suspek campak juga masih ditemukan di berbagai wilayah, menandakan perlunya upaya pencegahan yang berkelanjutan.

Edukasi soal pencegahan semakin digalakan termasuk lewat seminar yang diadakan di Helen's Night Mart, Semarang.

Baca juga: 10 Kematian akibat Campak Dilaporkan, Cakupan Vaksinasi Nasional Masih di Bawah Target

Dokter dari Rumah Sakit Siloam Semarang, dr. Gratia Puspa Raisa, menjelaskan bahwa campak merupakan penyakit menular yang sangat mudah menyebar melalui percikan batuk maupun bersin penderita. 

Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, namun orang dewasa yang belum memiliki kekebalan juga tetap berisiko tertular.

"Campak merupakan penyakit yang sangat menular dan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia hingga radang otak," ujar dr. Gratia Puspa Raisa dalam seminar kesehatan bertema campak belum lama ini.

"Oleh karena itu, imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penularan dan melindungi anak-anak dari risiko penyakit yang lebih berat," bebernya.

Selain imunisasi, masyarakat juga diimbau lebih peka terhadap gejala awal campak seperti demam tinggi, ruam merah pada kulit, batuk, pilek, hingga mata merah. 

Pemeriksaan sejak dini dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi bisa ditekan.

Edukasi mengenai bahaya campak ini disampaikan dalam kegiatan seminar kesehatan yang digelar Holywings Peduli di Helen’s Night Mart Semarang. 

Kegiatan tersebut juga diisi dengan layanan cek kesehatan massal gratis untuk masyarakat Kelurahan Tegalsari.

Ratusan warga terlihat antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan yang meliputi cek gula darah, kolesterol, asam urat, pemeriksaan laboratorium darah lengkap, hingga konsultasi langsung dengan dokter dari RS Siloam Semarang.

Selain seminar dan pemeriksaan kesehatan gratis, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan alat kesehatan untuk posyandu dan posbindu di wilayah Kelurahan Tegalsari Semarang.

Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung fasilitas kesehatan masyarakat.

"Kami berharap bantuan alat kesehatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh kader posyandu serta posbindu dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar," beber Andrew.

"Melalui program ini, kami ingin terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," terusnya.

(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved