Konflik Film 'Dosa', Ratu Sofya Mengaku Tak Nyaman Jalani Adegan Panas, Reza Aditya Membantah
Konflik terjadi antara aktris Ratu Sofya dan produser terkait film Dosa Penebusan atau Pengampunan muncul ke publik.
Ringkasan Berita:
- Konflik terjadi antara aktris Ratu Sofya terkait film Dosa Penebusan atau Pengampunan muncul ke publik.
- Pernyataan Ratu Sofya dipaksa menjalani adegan seksual dalam proyek tersebut dibantah.
- Produser film sekaligus artis sinetron Reza Aditya membantahnya dan menyebut kekecewaannya karena Ratu Sofya mangkir dari tanggung jawabnya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Permasalahan antara rumah produksi HAS Pictures dan aktris Ratu Sofya terkait film Dosa Penebusan atau Pengampunan muncul ke publik.
Produser film sekaligus artis sinetron Reza Aditya membantah pernyataan yang menyebut Ratu Sofya dipaksa menjalani adegan seksual dalam proyek tersebut.
Baca juga: Irish Bella Debut Jadi Executive Producer di Film ‘Dosa: Penebusan atau Pengampunan’
Hal itu sempat disampaikan Ratu dalam sebuah podcast beberapa waktu lalu. Ia mengaku tak nyaman dengan adegan sex yang harus dijalani dan merasa ada unsur paksaan.
Reza mengungkapkan, sejak awal proses produksi, pihaknya tidak pernah menerima keluhan apa pun dari Ratu.
Menurutnya, sang aktris bahkan terlihat nyaman selama proses berjalan, mulai dari casting hingga syuting.
"Tapi sebelum itu saya mau menjelaskan dulu. Jadi, Saudari RS (Ratu Sofya) ini enggan ikut promo karena Saudari RS ini bilang dia kurang nyaman dengan film ini," ujar Reza Aditya di kawasan Kemang Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).
"Padahal sebelum masalah ini terjadi, Saudari RS ini dari awal proses casting didampingi oleh Tante (Mamanya) dari proses casting, dari reading, dan dari proses syuting, dia sangat fun dan sangat nyaman di lokasi syuting," ujar Reza.
Reza juga menjelaskan bahwa memang terdapat adegan yang berkaitan dengan unsur seksual dalam film tersebut.
Namun menurutnya, adegan itu bukan dibuat untuk sensasi semata serta tidan mengekspos tubuh dari Ratu.
"Tidak ada keresahan yang kita terima, tidak ada komplain yang kita terima juga. Nah, yang RS ini lempar isu kalau memang ada adegan sex scene di film kita," tutur Reza.
"Memang benar, tapi kita juga tidak sangat mengekspos itu karena bukan cuma sekadar sex scene yang kita mau tampilin di film, di karya kita. Enggak. Ini ada filosofinya, ini ada ceritanya," katanya.
Ia menegaskan film tersebut dibuat dengan batasan tertentu dan tidak mengarah ke unsur pornografi.
Permasalahan mulai memanas setelah Ratu muncul dalam sebuah podcast dan mengaku tidak nyaman dengan proyek tersebut serta menyebut tidak disediakan body double.
"Permasalahan ini muncul ketika Saudari RS ini podcast. Podcast-nya juga lumayan viral, bahwa dia menyebut kalau dia tidak nyaman dan tidak disediakan body double," terang Reza.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PRODUSER-FILM-DOSA.jpg)