Jumat, 5 Juni 2026

Aktor Giorgino Abraham Cuek Jika Dilabeli Spesialis Serial 21+, Terpenting Kualitas Cerita

Giorgino Abraham menilai capaian serial 21+ 'Love & 10 Million Dollars' membuktikan karya tidak bisa dinilai hanya dari adegan dewasa. 

Tayang:
Tribunnews.com/Bayu Indra Permana
PUTUS - Giorgino Abraham buka suara soal kondisi hatinya pasca putus dari Yasmin Napper, akui masih baik-baik saja masih simpan foto mantannya itu di instagram. Giorgino Abraham dalam jumpa pers disambut riuh fans dan awak media, di kawasan Thamrin Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). 

Sebelum menerima tawaran, ia lebih dahulu melihat kualitas cerita, sutradara, rumah produksi, hingga lawan main yang akan terlibat.

"Esensi cerita itu penting buat saya, sutradaranya siapa, PH-nya siapa, lawan mainnya siapa, itu semua dulu penting, baru 'Oke, ada adegan apa nih?'. Wah ternyata adegan begini," katanya.

"Nah dari situ next step baru kita omongin yang lain gitu," jelas Giorgino.

Ia juga membantah anggapan bahwa dirinya akan terus-menerus memilih proyek dengan tema serupa.

"Tapi bukan menjadi poin utama, 'Oh akan ngambil series-series seperti itu terus', nggak," tegas Giorgino.

Sementara itu, Love & 10 Million Dollars baru saja mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai serial orisinal Indonesia yang berhasil masuk jajaran trending di 34 negara secara bersamaan.

Serial produksi WeTV dan Hitmaker tersebut menempati posisi Trending #1 di Indonesia, Malaysia, Kamboja, Lebanon, dan Turki. 

Selain itu, serial ini juga menduduki posisi Trending #2 di Jepang, Trending #4 di Singapura, serta masuk 10 besar di sejumlah negara lain seperti Belanda, Australia, Polandia, dan Kazakhstan.

Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kisah yang diangkat dalam Love & 10 Million Dollars berhasil menarik perhatian penonton lintas negara. 

Serial ini mengisahkan perjuangan Elina yang terjebak dalam pernikahan toxic dengan Dias, di tengah tekanan finansial dan pencarian cinta sejati.

Bagi Giorgino, pencapaian tersebut menjadi jawaban bahwa sebuah karya akan tetap diapresiasi selama memiliki cerita yang kuat dan dieksekusi dengan baik, terlepas dari adanya adegan-adegan dewasa yang menjadi bagian dari narasi.

 

(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved