Rabu, 20 Mei 2026

Derby Romero Kenang Masa Terkelam, Dipaksa Dewasa Saat Kehilangan Sosok Ayah

Kehilangan figur ayah diakui Derby Romero, sebagai titik balik 180 derajat, yang mengubah total jalan hidupnya.

Tayang:
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Derby Romero ketika ditemui di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (4/7/2022). 

Ringkasan Berita:
  • Kehilangan figur ayah diakui Derby Romero sebagai titik balik 180 derajat, yang mengubah total jalan hidupnya
  • Keadaan pelik tersebut memaksa Derby untuk tumbuh dewasa dan berpikir matang jauh melampaui usia aslinya kala itu
  • Diakui Derby, rela mengubur dalam-dalam ambisi dan cita-cita pribadinya demi memastikan dapur keluarganya tetap mengepul

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktor sekaligus penyanyi Derby Romero blak-blakan mengenai fase terkelam dan paling berat yang pernah ia lalui sepanjang hidupnya.

Ia menyebut, titik terendahnya itu terjadi tatkala sang ayahanda tercinta berpulang untuk selama-lamanya.

Kehilangan figur ayah diakui pria berusia 35 tahun tersebut sebagai titik balik 180 derajat, yang mengubah total jalan hidupnya.

Bukan tanpa alasan, situasi duka itu secara mendadak menuntutnya untuk langsung memikul tanggung jawab yang teramat besar.

Baca juga: Sinopsis Film Badut Gendong, Dibintangi Dayinta Melira hingga Derby Romero, Tayang 27 Mei 2026

"Kalau masa tersulit aku, kayaknya waktu papaku meninggal," kata Derby dikutip dari podcast Merry Riana, Rabu, (20/5/2026).

Pemain film Petualangan Sherina ini menceritakan kondisi saat itu terasa berkali-kali lipat lebih berat lantaran sang ayah bukan sekadar orang tua, melainkan juga sosok penting di balik layar karier keartisannya.

Kala itu, mendiang ayahnya bertindak langsung sebagai produser yang mengelola segala urusan pekerjaannya di dunia hiburan.

"Karena waktu papa meninggal, kondisinya dia masih produser aku, aku ditinggalkan beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan wich aku belum terlalu mengerti gitu," ungkapnya.

Dipaksa Dewasa Sebelum Waktunya Demi Jadi Tulang Punggung

Didera rasa sedih yang mendalam karena ditinggal orang tercinta, suami dari Claudia Adinda ini tidak punya waktu lama untuk terpuruk. 

Ia langsung dihadapkan pada realita untuk menafkahi keluarga besarnya.

Keadaan pelik tersebut memaksa Derby untuk tumbuh dewasa dan berpikir matang jauh melampaui usia aslinya kala itu.

"Waktu itu kan aku masih muda, terus aku punya tanggung jawab untuk jadi tulang punggung menghidupi Ibu dan dua adik gitu," tuturnya.

Di usianya yang masih sangat belia dan dinilai masih gemar bermain, Derby justru harus menduduki posisi sebagai kepala keluarga menggantikan mendiang sang ayah.

"Umur 20-21 tahun gitu. Jadi lumayan kaget karena tiba-tiba harus jadi sosok ayah di rumah gitu ya," katanya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved