Senin, 1 September 2025

Tidak Sepantasnya Venues Equestrian AG XVIII/2016 Menghilangkan Fungsi Arena Pacuan Kuda

Rencana pembuatan venues equestrian Asian Games XVIII/2016 masih simpang siur

Penulis: Toni Bramantoro
tribunnews.com/oro
Raja Sapta Ervian (kanan) dan Alex Asmasoebrata (kiri) 

"Sunggu aneh, mereka tidak berkomunikasi dengan PP Pordasi untuk proses ini, malah dengan pihak asing," papar Alex Asmasoebrata

Ironisnya lagi, dalam rancangan desian equestrian yang diperoleh PT Pulo Mas Jaya itu, trek yang selama ini dipergunakan untuk pacuan kuda ternyata dihilangkan.

Ini yang berpotensi menimbulkan kemarahan dari komunitas pacuan. Arena pacuan kuda Pulo Mas adalah barometer dari pacuan kuda di Tanah Air.

Pelaku pacuan berjuang keras untuk melombakan kudanya di Pulo Mas. Namun, tidak semua pelaku pacuan bisa melombakan kuda kuda terbaiknya di Pulo Mas.

Dalam keterangan persnya Alex Asmasoebrata juga meminta agar PT Pulo Mas Jaya tidak melakukan aktivitas tertentu sehubungan dengan venues equestrian Asian Games XVIII/2016 tersebut.

"Sebaiknya kita sama-sama menunggu hasil dari pertemuan Federasi Equestrian Asia (AEF) yang berlangsung akhir pecan ini di Pattaya, Thailand," ujar Alex Asmasoebrata kala itu.

Pertemuan AEF di Pattaya, Thailand, berlangsung Kamis hingga Sabtu (14-16/4), antara lain diikuti oleh Ketua Umum PP Pordasi H.Mohammad Chaidir Saddak, MBA.

Sesuai aturan yang dituangkan dalam Statuta AEF, PP Pordasi sebagai NF dari equestrian di Indonesia, harus diikutkan dalam segala hal menyangkut dipertandingkannya equestrian, termasuk di Asian Games XVIII/2016. tb

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan