Rabu, 3 Juni 2026

All England 2021

Sejarah All England dan Puluhan Gelar yang Dikoleksi Tim Bulutangkis Indonesia

Menilik dari sejarah turnamen, Indonesia kerap menorehkan tinta emas dalam penyelenggaraan turnamen bulutangkis bergengsi tersebut.

Tayang:
Dok. YouTube AllEnglandBadminton
Logo All England 2016. 

Melihat sejarah tersebut, All England tentu begitu prestisius karena tak banyak yang bisa bertanding di kategori Super 1000 sekaligus tertua di dunia.

Di sisi lain, nama-nama pebulu tangkis Indonesia juga akrab dengan prestasi di All England.

Baca juga: Indonesia Dipaksa Mundur dari All England 2021, Shame on You-All England Jadi Trending Topic

Setidaknya ada pebulu tangkis yang "merajai" All England pada masanya, yakni:

Rudy Hartono - 8 gelar (1968, 1969, 1970, 1971, 1972, 1973, 1974, 1976)

Tjun Tjun/Johan Wahjudi - 6 gelar (1974, 1975, 1977, 1978, 1979, 1980)

Susy Susanti - 4 gelar (1990, 1991, 1993, 1994)

Liem Swie King - 3 gelar (1978, 1979, 1981)

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir - 3 gelar (2012, 2013, 2014)

Baca juga: Protes Keras Marcus Gideon, Singgung 7 Kasus Positif Covid Berubah Jadi Negatif di All England 2021

Adapun Indonesia sejak 1979 hingga 2020 mengoleksi 46 gelar, yang terdiri dari 14 tunggal putra, 4 tunggal putri, 20 ganda putra, 2 ganda putri, dan 6 gelar di sektor ganda campuran.

Masih melansir laman resmi All England, sejarah lain turnamen ini adalah hanya digelar di delapan tempat, meliputi:

1899 - 1901 HQ London Scottish Regiment Drill Hall, Buckingham Gate

1902 - Crystal Palace, Sydenham, Kent

1903 - 1909 London Rifle Brigades City Headquarters, Bunhill Hill, London

1910 - 1939 The Royal Horticultural Hall, Vincent Square, London

1947 - 1949 Haringay Arena, London

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved