All England 2021

Fakta-Fakta Menarik All England 2021, Penuh Rekor dan Kontroversi

Jepang mencetak sejarah baru dalam penyelenggaraan All England dengan mengirim enam wakil atau tiga pasang ganda yang saling berhadapan pada final

MIKAEL ROPARS/BADMINTON PHOTO
Ganda putra Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, berpose dengan plakat juara All England Open 2021 usai mengalahkan rekan senegara mereka, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, pada laga final di Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Minggu (21/3/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Turnamen All England Open 2021 sudah berakhir pada Minggu (21/3/2021) di Utilita Arena Birmingham, Inggris.

Jepang keluar sebagai juara umum setelah membawa pulang empat gelar pada All England Open 2021.

Baca juga: BWF Minta Maaf, Mengaku Ikut Stres atas Keputusan yang Paksa Indonesia Mundur dari All England 2021

Tiga titel juara sebelum final telah dipastikan milik Jepang setelah terjadi All Japan Finals pada tiga partai final All England Open 2021.

Selain status sebagai juara umum, hadir pula juara baru All England, rekor yang tercatat selama penyelenggaraannya, hingga kontroversi pada All England Open 2021.

Berikut fakta menarik pada All England Open 2021 yang dilansir BolaSport.com.

Baca juga: Indonesia Dipaksa Mundur dari All England 2021, Ada Konspirasi? Ini 3 Kejanggalan yang Terjadi

1. Indonesia dipaksa mundur dari All England Open 2021

Proses pelepasan skuad Merah Putih sebelum berjuang pada turnamen All England Open 2021 di Pelatnas PBSI Cipayung, Jumat (12/3/2021). Proses pelepasan dipimpin oleh Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna.
BADMINTON INDONESIA
Proses pelepasan skuad Merah Putih sebelum berjuang pada turnamen All England Open 2021 di Pelatnas PBSI Cipayung, Jumat (12/3/2021). Proses pelepasan dipimpin oleh Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna.

Tim bulu tangkis Indonesia menelan pil pahit pada All England Open 2021. Datang dengan kekuatan terbaik ke Birmingham dan tujuh wakil berstatus unggulan, Indonesia tidak diperkenankan bertanding.

Skuad Merah Putih diwajibkan National Health Service (NHS) Test and Trace menjalani isolasi mandiri selama 10 hari.

Pemberitahuan NHS itu diterima Jonatan Christie dkk dalam surat elektronik atau email karena tim Indonesia berada dalam pesawat yang sama dengan suspek virus Corona alias Covid-19.

Sesuai regulasi pemerintah Inggris saat ini, setiap individu yang terpapar Covid-19 atau melakukan kontak dengan individu yang mengidap Covid-19 wajib menjalani isolasi mandiri selama 10 hari.

Aturan tersebut membuat para pemain Indonesia harus mundur dari All England Open 2021 meskipun hasil PCR Test dan Swab Test mereka sebelumnya selalu negatif.

Federasi Bulu Tangkis Dunia (Badminton World Federation/BWF) dan Badminton England, selaku penyelenggara All England Open 2021 mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin agar NHS memberi pengecualian terhadap tim Indonesia, tetapi hal ini tak bisa dipenuhi NHS.

BWF dan Badminton England akhirnya hanya bisa menyesali insiden yang menimpa tim Indonesia dan meminta maaf.

Baca juga: Pengusiran Tim Indonesia Bikin Gengsi All England 2021 Jeblok, Mirip Kejurnas Pebulutangkis Jepang

2. Jepang raih empat gelar

Dua pasangan ganda putra Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (jersey biru) dan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, berpose di atas podium usai menjalani pertandingan final All England Open 2021 di Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Minggu (21/3/2021).
MIKAEL ROPARS/BADMINTON PHOTO
Dua pasangan ganda putra Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (jersey biru) dan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, berpose di atas podium usai menjalani pertandingan final All England Open 2021 di Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Minggu (21/3/2021).
Halaman
123
Sumber: BolaSport.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved