Breaking News:

Olimpiade 2021

Legenda Bulutangkis Joko Suprianto Soroti Peforma Jonatan Christie di Olimpiade, Ada Apa Jojo?

Joko turut mempertanyakan mekanisme latihan dan persiapan Jojo jelang Olimpiade Tokyo 2020. 

Lusius Genik/Tribunnews.com
Legenda tunggal putra Indonesia, Joko Suprianto. Joko pernah jawara IBF 1993. Dia ikut mengomentari performa Jonatan Christie, pebulutangkis tunggal putra Indonesia yang tampil kurang apik di Olimpiade Tokyo 2020.    

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kekalahan pebulutangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie atas wakil China Shi Yu Qi di Olimpiade Tokyo 2020 mendapat perhatian legenda bulutangkis sektor tunggal putra, Joko Suprianto. 

Jojo, panggilan akrab Jonatan Christie, bisa disebut kalah telak dari Shi Yu Qi di babak 16 besar.

Berlaga di Musashino Forest Sport Plaza, Kamis 29 Juli 2021, Jojo harus kalah dua gim langsung dengan skor 11-21 dan 9-21.

Joko Suprianto berpendapat ada banyak hal yang harus dievaluasi dari performa kurang apik Jojo di Olimpiade Tokyo. 

"Kalau melihat penampilan secara keseluruhan, menurut saya cukup banyak yang harus dievaluasi," ucap Joko saat berbincang dengan Tribunnews.com via sambung telepon, Rabu (4/8/2021).

Baca juga: Ganda Juara Terancam Bubar, Greysia Polii Ingin Pensiun, Ini 3 Calon Pasangan Baru Apriyani Rahayu

Jonatan Christie dari Indonesia melakukan pukulan dalam pertandingan penyisihan grup bulu tangkis tunggal putra melawan Aram Mahmoud dari Tim Olimpiade Pengungsi selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 24 Juli 2021.
Jonatan Christie dari Indonesia melakukan pukulan dalam pertandingan penyisihan grup bulu tangkis tunggal putra melawan Aram Mahmoud dari Tim Olimpiade Pengungsi selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 24 Juli 2021. (ALEXANDER NEMENOV / AFP)

Menurut Joko, penampilan Jojo cenderung mengalami penurunan beberapa tahun terakhir. 

"Jonathan sendiri setelah penampilan baik dia di Asian Games 2018, penampilannya sekarang ini justru terus menurun. Baik itu di simulasi, di kejuaraan kemarin di Thailand, tidak menunjukkan bahwa dia itu naik (performanya)," ujar Joko.

"Hal itu patut kita pertanyakan, kenapa seperti itu," imbuh dia. 

Saat berlaga di Olimpiade Tokyo kemarin, Joko melihat bahwa Jojo bermain jauh dari performa terbaiknya. 

Halaman
12
Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved