Indonesia Masters 2022
Indonesia Masters 2022: Lakoni Derbi Merah Putih, Pramudya/Yeremia Tak Miliki Persiapan Istimewa
Pramudya/Yeremia siap melibas habis semua lawan yang dia hadapi pada babak 16 besar Indonesia Masters 2022, termasuk melawan Fajar/Rian.
Penulis:
Drajat Sugiri
Editor:
Claudia Noventa
TRIBUNNEWS.COM - Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dipastikan melakoni Derbi Merah Putih pada babak 16 besar Indonesia Masters 2022.
Pramudya/Yeremia dijadwalkan bentrok melawan sesama wakil Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto pada babak kedua nanti.
Kepastian Pramudya/Yeremia lolos setelah menaklukkan Attri Manu/Reddy B. Sumeeth (India) pada tahap 32 besar Indonesia Masters 2022, Selasa (7/6/2022) malam WIB.
Berlaga di Lapangan 2 Istora Senayan, Jakarta, Pramudya/Yeremia menang rubber game atas Attri/Reddy dengan skor 19-21, 21-11, 21-8, dalam tempo 41 menit.
Baca juga: Jadwal Siaran Langsung Indonesia Masters 2022: Ginting, Jojo hingga Putri KW Bertanding Hari Ini
Baca juga: Rekap Hasil Indonesia Masters 2022: Kejutan Febby/Ribka, Pramudya/Yeremia Tutup Perjuangan Indonesia

Bersua Fajar/Rian tak membuat Pramudya gentar. Catatan dua kemenangan beruntun membuat keduanya percaya diri jelang melakoni derbi Merah Putih.
"Persiapan sama saja ya, apalagi ketemu temen sendiri, Fajar/Rian jadi prepare seperti biasa," ucap Pramudya Kusumawardana, dikutip dari BolaSport.
Beberapa catatan juga dikantongi Pramudya. Termasuk untuk tak terlalu terburu nafsu mendapatkan poin.
"Harus tampil lebih tenang lagi," ucap Pramudya Kusumawardana menjelaskan.
"Kelihatan tadi pada gim pertama terburu-buru, sebenarnya mereka dapat poin dari salah-salah kita," imbuhnya.
Pramudya/Yeremia siap mengalahkan siapapun lawan yang dihadapinya, termasuk sesama atlet asal Indonesia.
Pramudya sendiri mengaku masih memiliki grogi tampil di Istora Senayan.
Maklum ini untuk kali pertama dalam dua tahun terakhir Istora Senayan kembali menggelar kejuaraan dunia bulu tangkis.

"Sama, maksudnya, venuenya pertama kali, animonya gitu jadi gim pertama kayak tertekan," kata Pramudya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Yeremia yang masih mencari-cari bentuk permainan terbaiknya pada turnamen BWF super series 500 ini.
"Saya pribadi masih penyesuaian, kayak mainnya kurang pas gitu, masih coba-coba," ucap Yeremia menjelaskan.