Senin, 1 September 2025

Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis

BWF Soroti Duel Ginting vs Toma Popov, Sportivitas Tetap Menyala di Tengah Rivalitas

Duel antara Anthony Sinisuka Ginting vs Toma Junior Popov  pada babak 64 besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025  mendapat sorotan khusus dari BWF.

DOK: PBSI
EKSPRESI GINTING - Anthony Sinisuka Ginting dalam pertandingan BWF World Tour Malaysia Open 2025. Duuel dramatis antara Anthony Sinisuka Ginting vs Toma Junior Popov pada babak 64 besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025 mendapat sorotan dari BWF. (Dok: PBSI) 

TRIBUNNEWS.COM - Duel dramatis antara Anthony Sinisuka Ginting vs Toma Junior Popov pada babak 64 besar Kejuaraan Dunia BWF 2025 mendapat sorotan dari BWF.

Pertandingan berdurasi 92 menit yang digelar pada Selasa (26/8) di Adidas Arena, Paris, Prancis itu disebut sebagai salah satu potret terbaik olahraga.

Bukan hanya karena kualitas permainan, tetapi juga sikap sportivitas yang ditunjukkan kedua pemain.

Sebelum duel berlangsung di lapangan, pertemuan antara Ginting vs Toma Popov ini memang digadang-gadang bakal menghadirkan tensi tinggi.

Hal ini mengingat rekor pertemuan kedua pemain saat bertemu setahun lalu di Olimpiade Paris 2024 di venue yang sama.

Kala itu, Popov membuat kejutan dengan menyingkirkan Anthony Ginting di fase grup berkat kemenangan 19-21,21-17, 15-21.

Setahun lalu, Ginting menjadi pemain yang diunggulan untuk menang. Namun untuk pertemuan di Kejuaraan Dunia ini berbeda.

Toma lebih diunggulkan. Selain bermain di depan publik sendiri, ranking tunggal putra Prancis ini lebih baik setelah Ginting banyak absen di turnamen karena cedera.

Pebulu tangkis Prancis, Toma Junior Popov saat melawan Wang Tzu Wei dari Taiwan pada Indonesia Open di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (5/6/2024). Popov menang tiga set dengan skor 21-15, 12-21, dan 29-27. TRIBUNNEWS/HERUDIN
AKSI TOMA POPOV - Pebulu tangkis Prancis, Toma Junior Popov saat tampil di Indonesia Open di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (5/6/2024). TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Baca juga: Dejavu Kekalahan Olimpiade, Anthony Ginting Langsung Ambyar di Kejuaraan Dunia BWF 2025

Sejarah pertemuan keduanya cukup menarik perhatian penonton dan membuat permainan berlangsung ketat sejak gim pertama. 

Popov merebut poin pembuka 21-18, namun Ginting bangkit di gim kedua dengan skor 21-19. 

Gim penentuan semakin menegangkan, hingga kedudukan imbang 20-20. 

Pada momen match point, Ginting sempat unggul, tetapi terpeleset saat mendarat usai melakukan smash.

Cedera itu membuatnya kesakitan dan momentum pun berbalik ke tangan Popov.

Popov akhirnya menutup pertandingan dengan skor 25-23 di gim ketiga. 

Namun yang membuat laga ini dikenang bukan hanya skor, melainkan adegan setelahnya. 

Alih-alih merayakan kemenangan, Popov lebih dulu menghampiri Ginting yang tampak berjongkok di depan net.

Kakak dari Christo Popov ini mengulurkan tangan, mencoba membantu Ginting untuk berdiri.

Setelah duel sengit dan momen di akhir laga ini, keduanya lalu bersama-sama mendapat tepuk tangan panjang dari penonton Adidas Arena.

Aksi Toma kepada Ginting ini mendapat kredit dari BWF. Federasi bulutangkis dunia melalui laman resmi mereka menyebut aksi itu menunjukkan sportifitas yang tinggi.

"Momen itu menjadi penutup yang tepat bagi sebuah laga besar—sebuah pertandingan yang menunjukkan sisi terbaik olahraga, bahkan di tengah pertarungan sengit," tulis BWF.

Baca juga: Update Kondisi Anthony Ginting setelah Kesakitan di Poin Kritis Kejuaraan Dunia BWF 2025

Popov sendiri mengaku kemenangan ini terasa spesial, namun tetap memberikan respek penuh untuk lawannya. 

"Saya bilang padanya, semoga cepat pulih dan kembali ke lapangan. Dia legenda, pemain hebat, dan orang baik."

"Saya bermain mungkin lebih baik di yang pertama dan dia bermain lebih baik di yang kedua. Itu adalah pasang surut bagi kami berdua, dan itu hanya pertandingan yang ketat karena dia memimpin dan saya kembali."

"Pada akhirnya, karena dia cedera, mungkin lebih mudah untuk memenangkan pertandingan, terutama dua poin terakhir, saya menang. 

"Sungguh luar biasa untuk menang. Saya pergi ke babak kedua. Saya memiliki undian yang sulit di babak pertama."

"Saya berhasil memenangkannya, terutama di kandang, dan menang lagi di sini melawan Anthony, satu tahun setelah Olimpiade. Jadi itu sempurna untuk saya," kata Toma. 

Kemenangan ini membawa Popov lolos ke babak 32 besar, sekaligus menegaskan dominasinya atas Ginting setelah kemenangan tahun lalu di Olimpiade. 

Namun, sorotan dunia justru tertuju pada sportivitas yang lahir dari duel panas ini.

Ini jadi sebuah pengingat bahwa bulu tangkis bukan hanya soal skor, tetapi juga jiwa besar dalam bertanding.

(Tribunnews.com/Tio)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan