MotoGP
Belajar dari Marc Marquez, Fabio Quartararo: Tidak Ada yang Dimenangkan Jika Tak Dipertaruhkan
Fabio Quartararo belajar dari Marc Marquez untuk keluar dari zona nyaman pada MotoGP 2027 demi kembali meraih gelar juara dunia MotoGP.
Ringkasan Berita:
- Pembalap Yamaha Fabio Quartararo belajar dari case Marc Marquez yang meninggalkan Honda pada MotoGP 2024
- Fabio Quartararo berpeluang besar berganti tim dan meninggalkan Yamaha pada MotoGP 2027
- Aprilia dan Ducati dikabarkan tertarik untuk mengontrak Fabio Quartararo
TRIBUNNEWS.COM - Quotes menarik meloncat dari mulut pembalap Monster Energy Yamaha sekaligus juara dunia MotoGP 2021, Fabio Quartararo.
Bercermin dari case Marc Marquez yang meninggalkan Repsol Honda pada MotoGP 2024, Fabio Quartararo memandang bahwa "tidak ada sesuatu yang dimenangkan jika tidak dipertaruhkan".
Masa depan Fabio Quartararo di MotoGP 2027 masih berselimutkan teka-teki. Akankah rider kelahiran Nice, Prancis bertahan di Yamaha atau sebaliknya.
Sesuai kontrak yang mengikat Quartararo, pembalap berjuluk El Diablo memiliki masa bakti di pabrikan berlogo garpu tala itu hingga MotoGP 2026 berakhir.
Dengan kualitas Fabio Quartararo, jelas banyak tim MotoGP mengantre untuk mendapatkan jasanya pada musim 2027.
Menjadi rahasia umum bahwa Yamaha menjadi pabrikan paling buncit dalam pengembangan motor, yakni YZR-M1.
Imbas tertinggalnya development motor Yamaha dari tim MotoGP 2025 seperti Ducati, Aprilia, dan KTM, membuat Fabio Quartararo sebagai tumpuan, kesulitan bersaing di grid depan.
M1 Yamaha memang mampu menunjukkan taji jika dipacu untuk melakukan time attack pada sesi seperti latihan bebas hingga kualifikasi. Tetapi ketika tiba di balapan, M1 benar-benar keteteran menghadapi buasnya kecepatan Desmosedici dan RS-GP yang terkenal memiliki daya ledak tinggi di trek lurus.
Kondisi ini memicu spekulasi masa depan Fabio Quartararo, yang menjadi pembalap dengan gaji tertinggi di grid MotoGP 2025. Per musim, mantan pembalap kelahiran 20 April 1999 tersebut memperoleh gaji Rp206 miliar.
Yamaha pun mencium potensi kepindahan Quartararo dari garasi mereka. Oleh karena itu pabrikan Iwata Jepang melakukan perubahan cukup radikal dengan mengganti engine Inline4 menjadi V4.
Ini satu di antara cara bagi Yamaha untuk menunjukkan komitmen terhadap Quartararo. Tetapi sejauh ini, pengembangan motor M1 mesin V4 milik Yamaha belum memuaskan.
Penentuan Quartararo tetap setiap atau membelot ke tim lain akan ditentukan pada MotoGP 2026. Tetapi percikan keinginan El Diablo untuk segera cabut sudah makin jelas.
Hal itu didasarkan kepada pernyataan Quartararo soal kepergian Marc Marquez dari Repsol Honda di MotoGP 2024.
Siklus yang sama dialami MM93. Sebelum bergabung ke Gresini Racing tahun 2024, Marquez kesulitan memaksimalkan RC213V karena pengembangan motor Honda lemot.
Marquez dengan statusnya sebagai pembalap terbaik di grid, butuh suplai motor sepadan. Meski masih memiliki satu tahun kontrak di Honda, Marc Marquez akhirnya pindah ke Gresini, dengan kesepakatan kedua belah pihak.
Baca juga: Update Transfer Pembalap MotoGP 2027 - Quartararo Gantikan Bagnaia, Ducati Sudah Kantongi Jawaban
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/marc-marquez-kiri-melambai-di-samping-pebalap-yamaha-prancis-fabio-quartararo.jpg)