Selasa, 12 Mei 2026

MotoGP

Pecco Bagnaia Bukan Cuma Kena Mental Gegara Marc Marquez, GP25 Terlalu Canggih Bagi FB63

Analisa permasalahan Pecco Bagnaia yang sudah nyetel dengan GP25 Ducati, insinyur pengembangan di Suzuki kupas soal motornya.

Tayang:
Penulis: Niken Thalia
Editor: Dwi Setiawan
Ducati
PECCO BAGNAIA - Pebalap besutan Ducati Lenovo, Pecco Bagnaia, asal Italia, saat menunggangi motor di grid Sirkuit Misano dalam gelaran MotoGP San Marino 2025 pada sesi sprint race, Sabtu (13/9/2025). Analisa permasalahan Pecco Bagnaia. (Foto Arsip September 2025). (Foto: Laman Ducati) 

Ringkasan Berita:
  • Insinyur pengembang di Suzuki, Nobuatsu Aoki, berikan analisisnya soal performa kacau Pecco Bagnaia di MotoGP 2025
  • Tekanan mental jadi rekan setim Marc Marquez dinilai bisa jadi faktor Bagnaia seolah hilang arah ketika di atas GP25
  • Selain itu, motor Ducati GP25 disebut terlalu canggih bagi Pecco Bagnaia yang bikin dia kesulitan menjinakkan

TRIBUNNEWS.COM - Analisa soal performa jeblok yang dialami Pecco Bagnaia selama mengarungi MotoGP 2025 dikupas oleh insinyur pengembangan di Suzuki dan Proton, Nobuatsu Aoki.

Mantan pembalap kelas 500cc hadir dengan analisanya di tengah ramainya perdebatan di dunia balap soal penampilan Bagnaia yang berbanding terbalik dengan rekan setimnya, Marc Marquez.

Dikutip PaddockGP, Nobuatsu Aoki, seorang ahli yang sangat dihormati, memberikan analisis tajam mengenai musim sulit yang dialami Bagnaia. 

Menurut Aoki, masalah Bagnaia bukan hanya soal persaingan dengan Marc Marquez, melainkan masalah teknis pada motornya.

Bahkan ada penilaian bahwa GP25 terlalu canggih hingga tak cocok dengan gaya berkendara yang biasa dilakukan oleh Bagnaia selama ini.

lihat fotoPECCO BAGNAIA - Pebalap Ducati Lenovo, Pecco Bagnaia, ketika gagal lolos Q2 dalam sesi kualifikasi MotoGP Mandalika 2025 di Sirkuit Mandalika, pada 4 Oktober 2025. (Foto: Laman Resmi MotoGP)
PECCO BAGNAIA - Pebalap Ducati Lenovo, Pecco Bagnaia, ketika gagal lolos Q2 dalam sesi kualifikasi MotoGP Mandalika 2025 di Sirkuit Mandalika, pada 4 Oktober 2025. (Foto: Laman Resmi MotoGP)

Tekanan Mental Bertandem dengan Marc Marquez

Aoki menjelaskan bahwa berbagi garasi dengan Marc Marquez bisa menjadi beban mental yang sangat berat.

Ia membandingkan situasi ini dengan apa yang dialami Dani Pedrosa dulu ketika bersanding denga Marquez di garasi Honda.

Perbedaan menurut Aoki, Marquez bisa mengendarai motor apa pun seolah-olah motor itu sempurna tanpa peduli detail kecil.

Baca juga: Kaleidoskop MotoGP 2025: Gebrakan Duo Marquez, Kejutan Marco Bezzecchi, dan Kacaunya Pecco Bagnaia

Dampaknya bagi Bagnaia, dia adalah seorang pembalap sensitif dan sangat memperhatikan detail motor.

Sehingga ketika rekan setimnya, Marquez, tetap bisa melaju kencang tanpa peduli masalah motor, pembalap yang teliti seperti Bagnaia akan merasa sangat kesulitan.

Bukan sekadar kesulitan untuk mengimbangi, bahkan untuk click dengan GP25 tampak sulit bagi juara dunia MotoGP 2023.

Masalah pada Sistem Pengatur Ketinggian (Holeshot)

Sorotan lain yang dikupas oleh Aoki soal Desmosedici GP25 milik Ducati yakni terkait fitur teknis baru.

Fitur anyar yang ditempatkan di motor Ducati 2025 dinilai justru menghambat gaya balap Bagnaia.

Mekanisme baru Ducati memasang alat baru untuk mengatur kecepatan perubahan tinggi-rendah motor secara lebih halus atau bertahap.

Faktanya, hal ini justru akan menghambat Bagnaia untuk bermanuver.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved