Rabu, 27 Mei 2026

paraatletik

Lebih dari Sekadar Medali: Perjalanan Desta Menjemput Pilihan Hati di Lintasan Lari

Cerita Desta Listyawati, dari mengenal atletik di Kelas Khusus Olahraga di Boyolali, kini merajut mimpi jadi atlet kelas dunia.

Tayang:
Penulis: Niken Thalia
Editor: Drajat Sugiri
NPC Jawa Tengah
PARA ATLETIK - Para Atletik nomor sprinter kelas T47, Desta Listyawati, berpose untuk profil sebagai atlet besutan National Paralympic Committee of Indonesia (NPC) Jawa Tengah. Dok/NPC Jawa Tengah 

"Mbak Neni bukan hanya seorang pelatih, tapi juga pendamping yang membantu saya berkembang menjadi lebih baik lagi," terangnya.

Makna Kemenangan

Proses panjang yang dilalui oleh Desta berujung manis. Dibuktikan dengan capaiannya yang telah menjajaki berbagai kompetisi dari tingkat daerah, nasional, bahkan internasional. 

Terdapat satu momen yang paling membekas adalah saat ia menginjakkan kaki di Thailand untuk ajang World Abilitysport Youth Games 2024.

"Itu merupakan pengalaman pertama saya bertanding di luar negeri sehingga memotivasi saya lebih semangat lagi berlatih untuk berprestasi," paparnya.

Meski koleksi medali mulai terkumpul, ia memiliki pandangan yang sangat dewasa tentang arti sebuah kesuksesan.

Juara 1 lari 100m putri World Abilitysport Youth Games Thailand 2024 ini menuturkan medali adalah bonus. Kemenangan sesungguhnya adalah ketika dia bisa tampil percaya diri.

"Bagi saya medali adalah bonus. Kemenangan yang sesungguhnya menurut saya adalah ketika saya bisa percaya diri, berkembang, dan tidak menyerah jika kalah dalam berlaga," tegasnya mengungkapkan.

Mengharap Kesetaraan

Di luar lintasan, Desta adalah seorang mahasiswa yang menikmati dinamika perkuliahan. Kampus menjadi tempat ia merasa menjadi "diri sendiri" sepenuhnya.

"Di lingkungan perkuliahan, saya merasa biasa saja dengan kondisi fisik saya, karena memiliki teman-teman yang menerima dan memperlakukan saya dengan baik serta dosen-dosen yang memaklumi keterbatasan fisik saya."

Namun, ia sadar masih ada ganjalan di tengah masyarakat mengenai cara pandang ke atlet disabilitas. Ada satu miskonsepsi yang ingin ia ubah. 

"Anggapan mereka bahwa atlet disabilitas selalu membutuhkan belas kasihan, padahal kami selalu disiplin berlatih, mengejar target dan berprestasi sama seperti atlet yang lainnya," katanya.

Kini, ia terus berlari mengejar mimpi yang lebih besar. Ia ingin terus berkembang sebagai atlet muda dan berharap suatu hari nanti, olahraga disabilitas di Indonesia mendapatkan kesempatan dan dukungan yang setara.

Baginya, ini bukan tentang meminta rasa iba, melainkan tentang menuntut ruang untuk dihargai atas dasar prestasi.

Profil Atlet NPC Junior

Nama: Desta Listyawat

Usia: 19 tahun

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved