BWF World Tour
Makna Thailand Masters 2026 Bagi Lee Zii Jia, Turnamen Terakhir dengan Protect Ranking
Ada makna di balik Thailand Masters 2026 bagi jagoan tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia, akan tanding dengan protect ranking terakhir.
Ringkasan Berita:
- Makna di balik agenda Lee Zii Jia, tunggal putra Malaysia, yang ambil bagian dalam gelaran bertajuk Thailand Masters 2026
- Lee Zii Jia akan melakoni pertandingan berlabel super 300 dengan protect ranking terakhirnya
- Setelah Thailand Masters 2026 Lee akan dinanti ujian yang lebih berat setelah tak mendapat protect ranking
TRIBUNNEWS.COM - Ada makna penting jelang digelarnya Thailand Masters 2026 pekan ini yang didominasi oleh pemain non-elite dunia seperti Alwi Farhan asal Indonesia, hingga jagoan Malaysia, Lee Zii Jia.
Mengingat banyak pemain papan atas dunia absen, Thailand Masters 2026 memberikan peluang emas bagi pemain yang ingin unjuk gigi seperti Lee Zii Jia yang menariknya akan kehilangan satu keuntungannya saat mentas di turnamen ini.
Bagi Lee Zii Jia, turnamen Super 300 ini memiliki makna lebih karena merupakan turnamen keempat berturut-turut dalam empat minggu, sekaligus turnamen terakhir yang ia ikuti menggunakan hak perlindungan peringkatnya (ranking protection) merangkum NST.
Mantan juara All England ini datang dengan kepercayaan diri setelah mengakhiri masa paceklik kemenangan selama 10 bulan pada Indonesia Masters 2026 minggu lalu, di mana ia mencapai babak 16 besar, dan ia ingin terus membangun momentum tersebut.
Upaya Lee Zii Jia
Namun, Zii Jia tahu bahwa ia harus tampil mendekati performa terbaiknya jika ingin melangkah jauh di Bangkok.
Di sektor tunggal putra, wakil Singapura Loh Kean Yew menempati sebagai unggulan pertama dan selanjutkan di urutan kedua ada jawara Indonesia Masters 2026, Alwi Farhan.
Baca juga: Alwi Farhan Cs Alihkan Fokus ke Thailand Masters 2026, Ginting Mendadak Hilang dari Rombongan
Posisi Lee yang berada di bracket bawah akan memulai petualangannya dengan melawan Julien Carraggi asal Belgia.
Lalu jika ia berhasil melesat ke babak kedua, Lee sudah ditunggu Mithun Manjunath dari India atau unggulan kedelapan Magnus Johannesen dari Denmark.
Jika ia berhasil mencapai perempat final, Alwi bisa menjadi penghalangnya, yang akan menjadi ujian nyata untuk melihat sejauh mana kemajuan mantan pemain nomor 2 dunia tersebut.
Lantas, bagaimana jika Lee setelah Thailand Masters tak mendapat ranking protection?
Setelah Masa Ranking Protection
Setelah masa Ranking Protection berakhir, Lee Zii Jia harus menghadapi realitas kompetisi yang jauh lebih berat.
Sebelumnya, adanya ranking protection yang diberikan oleh BWF karena ia sempat absen lama atau mengalami cedera, yang memungkinkannya masuk ke turnamen besar (Super 750 atau Super 1000) meski peringkat aslinya sedang merosot.
Tanpa hak itu, Lee tidak lagi memiliki 'tiket gratis' ke turnamen elite jika peringkat dunianya berada di luar 15-20 besar.
Otomatis, ia terpaksa bermain di turnamen level Super 300 atau Super 500 (seperti Thailand Masters) untuk mengumpulkan poin demi mendongkrak kembali posisi dunianya.
Jika peringkat aslinya masih rendah saat perlindungan habis, ia tidak akan mendapatkan status unggulan. Hal ini membuatnya berisiko bertemu pemain peringkat 1-5 dunia langsung di babak pertama atau kedua, yang memperkecil peluangnya untuk melaju jauh dan mengumpulkan poin besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/lee-zii-jia-china-masters-2023.jpg)