Selasa, 5 Mei 2026

Catatan Alan Budikusuma untuk Bulu Tangkis Indonesia: Dari Alwi Farhan hingga Jaminan Atlet

Alan menyebut prestasi Alwi yang stabil, termasuk menjuarai turnamen level Super 500, Indonesia Masters 2026 menjadi indikator penting

Tayang:
Tribunnews.com/Abdul Majid
CATATAN LEGENDA - Legenda bulu tangkis Indonesia, Alan Budikusuma memberi catatan yang menyoroti perkembangan bulutangkis Indonesia mulai dari sektor tunggal putra hingga jaminan masa depan atlet. Revo Mall, Bekasi, Jumat (30/1/2026). Tribunnews/Abdul Majid 

Catatan Alan Budikusuma untuk Bulu Tangkis Indonesia: Dari Alwi Farhan hingga Jaminan Atlet
 
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEW.COM, JAKARTA – Legenda bulu tangkis Indonesia, Alan Budikusuma menilai sektor tunggal putra Indonesia mulai menunjukkan sinyal positif dengan munculnya sejumlah pemain muda potensial.

Salah satu nama yang paling mencuri perhatiannya adalah Alwi Farhan, yang dinilai memiliki konsistensi dan mental untuk menjadi tulang punggung Indonesia di masa depan.

Baca juga: Duel Seru Alwi Farhan vs Lee Zii Jia Tersaji di Perempat Final Thailand Masters 2026

Alan menyebut prestasi Alwi yang stabil, termasuk menjuarai turnamen level Super 500, Indonesia Masters 2026 menjadi indikator penting perkembangan sang pemain.

“Saya melihat ada hal yang baik, khususnya dari Alwi. Prestasinya cukup stabil, level 500 sudah juara. Saya berharap dia bisa menggantikan Ginting,” ujar Alan di Revo Mall, Bekasi, Jumat (30/1/2026).

Selain Alwi, Alan juga menyoroti potensi Muhammad Zaki Ubaidillah atau yang akrab disapa Ubed.

Menurutnya, kehadiran dua nama tersebut setidaknya menunjukkan bahwa regenerasi tunggal putra Indonesia masih berjalan.

“Alwi dan Ubed adalah pemain masa depan Indonesia. Ini hal yang positif. Tidak mudah mencari bibit. Walaupun pembinaan sudah luar biasa, mendapatkan satu pemain berkualitas saja itu sudah sangat bagus,” jelasnya.

Berbicara mengenai tantangan atlet di era modern, Alan menekankan bahwa karakter menjadi faktor paling krusial di tengah derasnya pengaruh media sosial dan teknologi digital.

“Menurut saya, karakter itu nomor satu. Karakter yang akan membuat atlet bisa besar. Dari situ lahir kerendahan hati dan kemauan untuk kerja keras,” tegasnya.

Ia menambahkan, atlet masa kini dituntut jauh lebih profesional. Kehadiran gadget dan internet tidak bisa dihindari, namun profesionalisme harus tetap menjadi pegangan utama.

“Kita tidak bisa menghindari media sosial dan internet. Tapi yang paling penting adalah bagaimana atlet menjaga profesionalitasnya,” ujar peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 tersebut.

Alan juga menyoroti fakta bahwa banyak pelatih bulu tangkis dunia berasal dari Indonesia. 

Hal ini, menurutnya, menunjukkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, sekaligus menjadi tantangan karena negara lain bisa berkembang lebih cepat.

“Pelatih bulu tangkis dunia banyak dari Indonesia. Di sisi lain, negara lain juga bisa mengejar. Ini tantangan besar bagi atlet Indonesia,” katanya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved