BWF World Tour
Perjuangan Lee Zii Jia Bantu Malaysia di Thomas Cup 2026, Mati-matian Dongkrak Ranking BWF
Lee Zii Jia memperjuangkan kemampuannya untuk membantu negaranya, Malaysia, tampil di Thomas Cup 2026 mendatang di Denmark.
Ringkasan Berita:
- Lee Zii Jia masih dibutuhkan oleh Malaysia untuk jadi senjata andalan di Thomas Cup 2026
- Tugas berat menanti rival Anthony Ginting karena harus mendongkrak ranking BWF dengan cepat
- Lee ditargetkan bisa jadi tunggal putra utama Malaysia untuk gelaran beregu Thomas Cup 2026
TRIBUNNEWS.COM - Tunggal putra Malaysia yang sudah tak berada dalam naungan Badminton Malaysia (BAM) tetap jadi harapan Negeri Jiran ketika dihadapkan dengan turnamen beregut seperti Thomas Cup 2025.
Ialah Lee Zii Jia, yang diharapkan bisa mendongkrak ranking BWF miliknya agar bisa jadi tunggal kedua Malaysia mengarungi Thomas Cup 2026 pada 24 April hingga 3 Mei mendatang.
Thomas Cup 2026 akan berlangsung di Denmark, slot Malaysia ke turnamen tersebut masih menuggu hasil rilisan peringkat dari BWF setelah Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026 selesai.
Delegasi badminton Malaysia gagal lolos semifinal BATC 2026 yang membuat mereka tidak secara otomatis lolos karena harus menunggu rangkuman peringkat dunia dari BWF terlebih dulu.
Perjuangan Lee Zii Jia Dongkrak Ranking
Mantan pemain, Kwan Yoke Meng percaya bahwa Lee Zii Jia adalah kandidat tunggal kedua yang ideal untuk Thomas Cup 2026.
Yoke Meng, anggota skuat juara Malaysia tahun 1992, mengatakan tidak ada negara rival yang memiliki pemain dengan pengalaman dan kualitas seperti Lee.
Baca juga: Makna Thailand Masters 2026 Bagi Lee Zii Jia, Turnamen Terakhir dengan Protect Ranking
Meskipun rival Anthony Ginting baru kembali bertanding secara aktif pada bulan Januari 2026 setelah absen nyaris setahun 2025 lalu, penampilan Lee masih menjanjikan.
Namun, Zii Jia mungkin perlu memperbaiki peringkat dunianya yang berada di posisi 63 untuk melampaui Justin Hoh yang kini menduduki peringkat 39.
"Secara taktik, Zii Jia akan berada di posisi yang ideal untuk menyumbang poin sebagai tunggal kedua," kata mantan pemain tersebut mengutip NST.
"Dengan pengalaman Piala Thomas sebelumnya, posisi itu akan membantu Malaysia memberikan perlawanan kuat untuk merebut gelar juara," ujar Kwan yang pernah melatih Zii Jia saat masih junior.
Menilik Kekuatan Rival
Malaysia yang akan turun sebagai delegasi unggulan dinilai akan bersua dengan China dan Denmark yang akan kehilangan beberapa andalan.
Mulai dari China yang diprediksi tak diperkuat Li Shi Feng karena cedera. Sama halnya dengan Viktor Axelsen yang bukan lagi andalan utama Denmark karena peringkat dunia sang pemain.
Walaupun masuk skuad Denmark, Axelsen akan jadi tunggal ketiga Denmark mengingat Anders Antonsen secara peringkat dunia posisinya lebih menjanjikan.
"China mungkin tidak diperkuat Shi Feng karena cedera, sementara Viktor (Axelsen) bisa saja bermain sebagai tunggal ketiga untuk Denmark. Bahkan jika mereka bermain, Lee menyukai tantangan seperti itu dan bisa memberikan kejutan," jelas sang pelatih.
"Zii Jia berhasil bermain dalam empat turnamen berturut-turut pada Januari, menunjukkan tekadnya untuk bangkit kembali. Fokus utamanya adalah terus meningkatkan fisik dan membangun peringkat dunianya sehingga Piala Thomas bisa menjadi titik balik yang diinginkan baginya," katanya.