MotoGP
Update Transfer Pembalap MotoGP 2027 - Alex Rins Mode Pasrah Bertahan dengan Yamaha
Alex Rins mode pasrah dalam geliat bursa transfer pembalap MotoGP 2027 pikiran realistisnya meminta bertahan dengan Yamaha.
Ringkasan Berita:
- Alex Rins dalam mode pasrah ingin bertahan dengan Yamaha di saat rekan setimnya dikabarkan hengkang
- Kekecewaan Rins dengan Honda ikut disinggung dan berujung kesetiaanya pada Yamaha
- Target Rins incar podium untuk MotoGP 2026 harus diurungkan, karena realitanya akan sulit tercapai
TRIBUNNEWS.COM - Update transfer pembalap MotoGP 2027, garasi Yamaha ada dua sisi yang berbeda dari rider pabrikan besutan tim garpu tala.
Fabio Quartararo cukup kencang isunya soal perpidahan sang pembalap dari Yamaha ke Honda. Di sisi lain, rekan setimnya, Alex Rins, justru mode pasrah bertahan di Yamaha.
Kondisi saat ini, Alex Rins akan menjalani musim kesepuluhnya di MotoGP dengan tantangan proyek baru di Yamaha.
Prioritas utamanya adalah beradaptasi dengan mesin V4 dan membangun dasar yang kuat untuk tahun 2027.
Setelah pernah membela Suzuki dan Honda, Rins sadar bahwa setiap tes dan balapan tahun ini sangat menentukan masa depannya di kelas utama.
Tahun 2026 bukan sekadar tantangan teknis, tapi juga penentu masa depan Rins di Yamaha.
Dalam pernyataanya ke Motosan, Rins seolah dalam mode pasrah dalam geliat transfer MotoGP 2027 dan diprediksi bakal bertahan bersama Yamaha untuk musim depan.
Baca juga: Efek Domino Cedera Tes Sepang: Rayuan Espargaro Bikin Quartararo Kian Tergoda Pindah ke Honda
"Perubahan pola kerja Yamaha tahun ini sepertinya berkaitan dengan aturan baru 2027, agar kami tiba dengan dasar yang sudah jadi dan tidak semuanya baru di tahun depan. Untuk bagian saya, saya akan memberikan segalanya di lintasan agar punya pilihan masa depan yang terbaik," jelas Rins.
"Target saya adalah memperpanjang kontrak dengan Yamaha untuk dua musim ke depan, tapi saya tidak tahu apa rencana mereka."
"Berdasarkan apa yang mereka katakan, barulah saya akan melangkah. Sepertinya ada pembalap yang sangat terburu-buru dan waktu berjalan cepat," papar pembalap Spanyol.
Kenangan Rins Bersama Suzuki dan Honda
Rins mengenang tantangan yang ia hadapi setelah Suzuki mundur dan masa singkatnya di Honda.
Khususnya soal kemenangannya di GP Amerika yang merupakan sebuah prestasi, namun janji yang diingkari Honda meninggalkan luka.
"Sejak Suzuki pergi, semuanya sulit dikelola, terutama soal performa. Kami punya pilihan untuk pergi ke Gresini atau LCR Honda (saat Suzuki pergi), dan saya memilih pilihan kedua," kenang Rins.
"Karena saya ditawarkan (oleh Honda) akan perlakuan sebagai pembalap pabrikan. Kami menang di Austin, tapi di Honda itu sulit karena mereka tidak menepati apa yang mereka janjikan kepada saya," ungkapnya menambahkan.
Perbedaanya dengan Fabio Quartararo
Rins sangat menghargai rekan setimnya, Quartararo. Dari segi pengalaman El Diablo bersama Yamaha, Rins jelas tidak ada apa-apanya.
Bahkan dia mengakui bahwa Yamaha yang tengah mengerjakan proyek baru ini tentu ditujukan kepada seorang Quartararo.
Hanya saja secara mengejutkan justru ketika Yamaha tengah membangun, Quartararo hadir dengan kabar bahwa ia akan pindah ke Honda.
"Fabio adalah pembalap yang sangat hebat, saya tidak ragu. Dia berhasil meningkatkan level Yamaha ke titik yang saya, Jack Miller, atau Miguel Oliveira tidak mampu lakukan."
"Namun tanpa mengurangi rasa hormat, motor ini dibuat untuk dia. Dia sudah tujuh musim di Yamaha, dia lebih mengenal motor ini daripada kami dan motor itu telah disesuaikan dengan karakternya dari tahun ke tahun," terangnya.
Terlepas dari rumor FQ20, Rins coba meningkatkan ambisi dan tekadnya untuk bekerja lebih keras bersama Yamaha.
Apalagi setelah sembuh dari cedera parah pada tahun 2023, Rins memastikan pemulihannya sudah selesai.
"Cedera tahun 2023 di GP Italia, Mugello, adalah salah satu yang terburuk. Tulang kering saya hancur berkeping-keping; itu bukan patah tulang yang bersih."
"Saya sangat menderita. Sekarang saya hanya merasakan bekas cederanya saat ada perubahan suhu atau kelembapan. Saya sudah pulih sepenuhnya," tegasnya.
Sayangnya dengan ambisi dan tekadnya yang mulai dibangun, ia harus ditampar realita jika melanjutkan pekerjaannya dengan Yamaha.
Target untuk berburu podium atau kemenangan dalam balapan dinilai masih sulit ia dapatkan ketika berjuang dengan tim pabrikan Jepang tersebut.
"Saya ingin menetapkan target seperti memenangkan balapan atau mengejar podium, tapi dengan proyek baru ini sangat sulit."
"Setelah tes Sepang selesai, kami harus menganalisis situasi kami. Kami harus realistis. Jika kami tidak punya motor untuk menang, kami harus segera menerimanya dan terus bekerja dari posisi kami saat ini," tutupnya.
(Tribunnews.com/Niken)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.