Jumat, 10 April 2026

MotoGP

Ada Permusuhan yang Dibawa Pecco Bagnaia untuk Marc Marquez dari Sepang Clash 2015

2 sisi berbeda Pecco Bagnaia kepada Marc Marquez di mana tak bisa hapus statusnya sebagai pembalap VR46 atas insiden Sepang Clash 2015.

MotoGP
SEPANG CLASH 2015 - Momen dua pebalap Ducati Lenovo, Pecco Bagnaia dan Marc Marquez berpelukan setelah keduanya mengamankan podium pertama dan kedua di Parc Ferme Sirkuit Motegi, pada 27 September 2025. Dari sudut pandang sebagai pembalap akademi VR46, Pecco Bagnaia memiliki perasaan tak senang untuk Marc Marquez. (Foto: Laman MotoGP) 

Ringkasan Berita:
  • Pengakuan Pecco Bagnaia soal hubungannya dengan Marc Marquez sebagai pembalap pabrikan Ducati
  • Dalam pandangan pembalap profesional, Pecco Bagnaia memandang Marc Marquez sebagai pembalap yang mudah diajak berkomunikasi dan tidak pelit ilmu
  • Namun statusnya sebagai pembalap akademi VR46 tidak bisa dibohongi ada hal yang beda dalam dirinya kepada Marc Marquez soal insiden Sepang Clash 2015

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah pengakuan berani datang dari Francesco 'Pecco' Bagnaia soal insiden Sepang Clash 2015 yang melibatkan Valentino Rossi dengan Marc Marquez.

Pecco Bagnaia tidak menampik, bahwa statusnya sebagai pembalap jebolan Akademi VR46 serta menjadikan Valentino Rossi sebagai panutan, ada permusuhan yang dibawanya dari Sepang Clash 2015 kepada Marc Marquez. Bahkan hingga detik ini.

Diakui oleh Pecco Bagnaia, kondisi ini memang tidak fair. 

Dalam sudut pandang Pecco Bagnaia diposisikan sebagai murid Valentino Rossi, wajar jika dirinya memiliki perasaan yang tidak senang kepada Marc Marquez.

Tetapi untuk case sebagai pembalap profesional, Pecco Bagnaia memiliki pandangan positif kepada Marc Marquez, dan bisa tidak mencampur-adukkan dengan insiden Sepang Clash 11 tahun silam.

Duel Marc Marquez saat masih memperkuat Repsol Honda dengan Valentino Rossi dari tim Monster Energy Yamaha di MotoGP.
Duel Marc Marquez saat masih memperkuat Repsol Honda dengan Valentino Rossi dari tim Monster Energy Yamaha di MotoGP. (Instagram @relevo_deportes)

"Sebagai pembalap akademi (VR46-red), Anda membawa serta semua penggemar berat Vale (Valentino Rossi-red) dan juga para pembenci (Marc Marquez-red) yang jumlahnya sedikit, tetap keras dalam bersuara," buka Pecco Bagnaia, dikutip dari laman GPOne.

"Saya termasuk yang membawa (perasaan-red) apa yang terjadi pada 2015, meskipun ini benar-benar tidak adil," ujar Italiano 29 tahun.

"Menurut saya kondisi ini juga bisa saja terjadi dengan Marquez. Intinya, dia yang bertengkar dengan Vale, dan saya adalah anggota akademinya, sikapnya akan sangat jelas bahkan saya tidak perlu mengatakannya."

Tidak bisa dipungkiri, Sepang Clash 2015 menjadi puncak dari kebencian Valentino Rossi kepada Marc Marquez.

Rivalitas yang berujung permusuhan ini menjadi ikonik di MotoGP, bahkan hingga detik ini.

Tak sedikit wacana muncul untuk melakukan rekonsiliasi di antara Rossi dengan Marquez. Mengingat keduanya adalah legenda MotoGP.

Baca juga: Istilah Ilmu Hitam Muncul setelah Pedro Acosta Tampil Mengesankan di MotoGP Thailand 2026

Tetapi untuk pandangan Pecco Bagnaia, hal tersebut tidak perlu dilakukan.

"Saya rasa tidak perlu (rekonsiliasi-red), memang begitulah adanya."

Bisa Membedakan Situasi

Sebagai anggota VR46 sekaligus pengidola Valentino Rossi, Pecco Bagnaia bisa membedakan situasinya yang kini adalah rekan segerasi dari Marc Marquez di pabrikan Ducati.

"Marc Marquez adalah motivasiku, sementara Valentino Rossi salah satu yang terbaik dalam sejarah MotoGP."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved