Sabtu, 18 April 2026

Raih Medali Asian Games, Atlet Panahan Baasith Dapat Beasiswa di Universitas Budi Luhur

Sebagai penerima beasiswa, Baasith juga harus menjaga prestasi akademik dengan IPK minimum 3.0

Tribunnews.com/Abdul Majid
BEASISWA ATLET - Atlet panahan Indonesia, Ahmad Khoirul Baasith (kiri bawah) foto bersama dengan jajaran petinggi Universitas Budi Luhur usai acara konferensi pers Budi Luhur University go Global di Kampus Budi Luhur, Jakarta, Kamis (5/5/2026). Tribunnews/Abdul Majid 

Raih Medali Asian Games, Atlet Panahan Baasith Dapat Beasiswa di Universitas Budi Luhur

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Atlet panahan Indonesia, Ahmad Khoirul Baasith, mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Budi Luhur berkat prestasi yang diraihnya di ajang internasional.

Baasith mengungkapkan kesempatan tersebut datang setelah dirinya meraih medali perunggu pada Asian Games 2022. 

Pencapaian itu membuat dirinya ditawari untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur beasiswa atlet.

Baca juga: Tim Indonesia Juara Umum Cabang Olahraga Panahan SEA Games 2025: Raup 6 Emas, Berikut Detailnya 

“Awalnya saya bisa masuk ke Budi Luhur pada 2023 setelah meraih medali perunggu di Asian Games Hangzhou. Setelah itu saya ditawari untuk melanjutkan kuliah di sana,” ujar Baasith di Budi Luhur, Jakarta, Kamis (5/6/2026).

Ia kemudian mendaftar melalui program beasiswa atlet. Meski saat itu belum tersedia program khusus untuk cabang olahraga panahan, Baasith mengajukan permintaan kepada pihak kampus dan akhirnya berhasil mendapatkan kesempatan tersebut.

“Saya mencoba mendaftar lewat beasiswa atlet. Waktu itu sebenarnya belum ada untuk panahan, tapi saya mengajukan permintaan dan alhamdulillah akhirnya bisa,” terangnya.

Di kampus tersebut, Baasith memilih jurusan Manajemen. 

Keputusan itu diambil karena ia ingin melanjutkan usaha keluarga yang bergerak di bidang distribusi beras untuk restoran atau sektor food and beverage (F&B).

“Orang tua saya pengusaha, jadi saya ingin meneruskan usaha keluarga. Kami bergerak di bidang distribusi beras ke restoran atau F&B,” jelasnya.

Meski mendapatkan dukungan pendidikan, Baasith mengakui tidak mudah membagi waktu antara latihan sebagai atlet nasional dan kegiatan perkuliahan. 

Saat ini ia menjalani program training center di Jakarta dengan jadwal latihan yang padat dari pagi hingga malam.

“Awalnya cukup sulit karena jadwal latihan sangat padat. Tapi kampus memberikan fasilitas kuliah online sehingga saya masih bisa belajar di waktu luang, biasanya malam hari,” ungkapnya.

Untuk ujian, mahasiswa umumnya harus hadir secara langsung.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved