Kamis, 7 Mei 2026

Thomas dan Uber Cup

An Se-young Effect di Balik Gelar Juara Uber Cup Korea Selatan, Asian Games Jadi Target Berikutnya

Gelar Uber Cup 2026 bukan hanya simbol kemenangan, tetapi juga fondasi kepercayaan diri bagi Korea Selatan menatap Asia Games 2026.

Tayang:
Laman resmi BWF
SELEBRASI - Pemimpin tim Uber Korea, An Se-young, berselebrasi dengan rekan-rekan setimnya setelah memastikan gelar juara Uber Cup 2026 dengan mengalahkan China di Forum Horsens, Denmark, pada 3 Mei 2026. (Foto: BWF) 

TRIBUNNEWS.COM - Keberhasilan Tim bulu tangkis putri Korea Selatan menjuarai Uber Cup 2026 menjadi momentum penting menuju target berikutnya: Asian Games 2026.

Usai mengakhiri penantian empat tahun, tim Negeri Ginseng kini penuh percaya diri menatap ajang multi-event terbesar di Asia tersebut.

Korea Selatan memastikan gelar juara setelah menundukkan tim kuat China dengan skor 3-1 di final yang berlangsung di Horsens, Denmark.

Gelar ini menjadi yang ketiga sepanjang sejarah Korea Selatan setelah sebelumnya diraih pada 2010 dan 2022.

Kesuksesan Korea Selatan tidak lepas dari keseimbangan kekuatan di sektor tunggal dan ganda. 

Di sektor tunggal, An Se-young tampil sebagai motor utama, didukung oleh pemain seperti Kim Ga-eun dan Sim Yu-jin.

Sementara di sektor ganda, pasangan Lee So-hee/Baek Ha-na serta kombinasi pemain senior dan muda memberikan kontribusi vital sepanjang turnamen.

Penampilan di final menjadi bukti nyata kekuatan tim. Korea Selatan mampu menumbangkan pemain-pemain elite China seperti Wang Zhiyi dan Chen Yufei, serta pasangan ganda papan atas dunia.

An Se-young Effect

Salah satu pemain kunci yang berperan besar dalam keberhasilan Korea Selatan adalah An Se-young.

Pebulutangkis 24 tahun ini menunjukkan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia. 

Ia tampil di semua pertandingan Korea Selatan. Turun di partai pertama dan selalu meraih kemenangan.

Bahkan, cara menang ASY pun luar biasa, yakni selalu dalam straight set alias dua gim pertandingan saja.

Kemenangan ASY ini memberi dampak besar pada psikologis tim Korea Selatan. Hal itu diakui oleh Pelatih Korea, Park Joo-bong, dikutip dari SPOTV News Korea.

Ia menyebut keberhasilan tunggal putri utama tak hanya menghasilkan poin, tetapi juga menghadirkan stabilitas emosional bagi tim.

"Dengan kemenangan itu, pemain lain bisa tampil lebih tenang. Kehadiran An Se-young membuat tim lebih stabil dan sangat membantu dalam mengatur pertandingan berikutnya," ujar Park.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved