Formula 1
Starting Grid F1 GP China 2026 Masih dengan Mercedes di Front Row, Hamilton Ngekor
Dominasi mutlak Mercedes berlanjut di Shanghai lewat Kimi pole dan Russell P2, Lewis Hamilton ngekor dengan mobil Ferrari.
Ringkasan Berita:
- Kimi Antonelli membuktikan kualitasnya dengan meraih pole position di GP China sekaligus menjawab kritik
- Mercedes melanjutkan dominasi sejak awal musim 2026 dengan mengunci barisan depan
- Lewis Hamilton (Ferrari) mengakui keunggulan kecepatan Mercedes, menilai sangat sulit untuk mengalahkan mantan timnya
TRIBUNNEWS.COM - Starting grid F1 GP China 2026 masih menegaskan dominasi Mercedes sejak seri pertama di Australia untuk balapan utama besok Minggu (15/3/2026).
Hal ini terlihat dalam sesi kualifikasi Grand Prix China yang penuh tensi, tim Mercedes sukses mengunci barisan depan melalui penampilan heroik pembalap muda, Kimi Antonelli, yang meraih pole position.
Raihan Kimi disusul rekan setimnya, George Russell, di posisi kedua. Hasil ini menegaskan bahwa dominasi Mercedes yang terlihat sejak seri perdana musim 2026 bukanlah sebuah kebetulan.
Bukan hanya penegasan soal dominasi Mercedes, ini juga jadi pembuktian Kimi yang selalu tak luput dari sorotan karena usianya yang masih terlalu muda.
Kimi Antonelli terus menjadi buah bibir sejak debutnya pada 2025 di usia 18 tahun untuk menggantikan posisi legenda Lewis Hamilton.
Keputusan Toto Wolff untuk mempromosikan pemuda Italia ini sempat menuai kritik tajam, namun hasil di Shanghai seolah membungkam semua keraguan tersebut.
Komentar Toto Wolff
Bos Mercedes, Toto Wolff, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas performa sang "anak ajaib".
Menurutnya, pencapaian hari ini adalah pembuktian atas insting tim dalam memilih talenta masa depan.
"Banyak yang mengatakan anak ini terlalu muda untuk berada di Mercedes, bahwa kami seharusnya mempersiapkannya dengan cara lain. Dan anak ini membuktikannya hari ini (merebut pole)," ujar Wolff melansir Crash.
Baca juga: Drama Kualifikasi F1 GP China 2026 Berakhir dengan Rekor Kimi dan Comeback Manis Russell
Wolff juga menyayangkan kendala teknis yang menimpa George Russell, yang menurutnya membuat persaingan internal tim tidak maksimal.
Namun, ia tetap optimistis menatap balapan utama esok hari karena mobil Mercedes tampak sangat kuat di lintasan Shanghai.
Hamilton soal Mercedes
Lewis Hamilton berhasil mengamankan posisi ketiga di atas grid bersama Ferrari, sang juara dunia tujuh kali itu bersikap realistis mengenai peluangnya mengalahkan mantan timnya.
Hamilton mengakui bahwa jarak performa antara Ferrari dan Mercedes saat ini masih cukup lebar.
Berdasarkan data statistik yang dimiliki Ferrari, Mercedes memiliki keunggulan kecepatan balap antara 0,4 hingga 0,6 detik. Sebuah margin yang sangat signifikan untuk dikejar.
"Sangat kecil kemungkinannya bagi kami untuk mengalahkan mereka dalam balapan besok," ungkap Hamilton mengutip ESPN.