Bulu Tangkis
Akhir Era Carolina Marin: Viktor Axelsen hingga Rafael Nadal Kirim Salam Perpisahan
Carolina Marin pensiun, Viktor Axelsen hingga legenda tenis dunia Rafel Nadal kirim perpisahan untuk sang simbol perlawanan dominasi bulu tangkis Asia
Ringkasan Berita:
- Carolina Marin resmi pensiun akibat cedera lutut berulang yang membuatnya batal tampil di Kejuaraan Eropa 2026.
- Pebulu tangkis asal Spanyol itu meninggalkan warisan besar sebagai satu-satunya tunggal putri non-Asia peraih emas Olimpiade dan tiga kali juara dunia.
- Ucapan penghormatan mengalir dari berbagai tokoh dunia olahraga seperti Rafael Nadal hingga Viktor Axelsen yang menyebutnya sebagai legenda.
TRIBUNNEWS.COM - Keputusan pebulu tangkis putri asal Spanyol, Carolina Marin untuk gantung raket disambut dengan respons penghormatan dari sederet atlet lintas cabang olahraga.
Bukan hanya rekan atlet bulutangkis, bintang tenis dunia Rafael Nadal juga turut memberi penghormatan untuk peraih medali Emas Olimpiade 2016 Rio itu.
Carolina Marin akhirnya menutup perjalanan panjangnya setelah berjuang melawan cedera yang tak kunjung pulih.
Bukan sekadar pensiun, ini adalah akhir dari era yang pernah mengguncang dominasi Asia di sektor tunggal putri.
Karier Marin sebenarnya diharapkan berakhir manis di Kejuaraan Eropa 2026 di Huelva, kampung halamannya.
Namun, cedera lutut serius yang kembali kambuh memaksanya mengambil keputusan berat, yakni pensiun.
"Hari ini saya ingin menyampaikan bahwa perjalanan saya di dunia bulu tangkis profesional telah berakhir. Saya tidak akan tampil di Kejuaraan Eropa di Huelva," ujar Marin dalam video uang unggah di Instagram.
Baca juga: 3 Rekor Carolina Marin, Masih Jadi Satu-satunya Tunggal Putri Non Asia Peraih Medali Emas Olimpiade
Ia mengakui sempat ingin kembali ke lapangan untuk perpisahan terakhir, tetapi memilih realistis.
"Saya tidak ingin mempertaruhkan kesehatan. Saya berharap akhir yang berbeda, tetapi hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana," katanya.
Dalam refleksinya, Marin bahkan menyebut bahwa momen terakhirnya sebenarnya sudah terjadi di Olimpiade Paris 2024.
Tunggal putri 32 tahun itu memang mengalami cedera saat tampil di Olimpiade Paris. Dan sejak saat itu ia belum kembali bermain.
Sepanjang 2025 ia sama sekali tak mengikuti turnamen, dan itu berlanjut sampai di awal tahun 2026 ini.
"Kalau dipikir sekarang, perjalanan saya sebenarnya sudah berakhir di Paris. Hanya saja, saat itu kami belum mengetahuinya," tambahnya.
Dari Dominasi Eropa hingga Taklukkan Dunia
Nama Carolina Marin bukan sekadar legenda biasa. Ia adalah simbol perlawanan terhadap dominasi Asia di bulu tangkis.
Sepanjang kariernya, tidak ada pemain bulutangkis yang benar-benar mendominasi atas Carolina Marin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/carolina-marin-kejuaraan-dunia-bwf-2023.jpg)