Kamis, 23 April 2026

BWF World Tour

Kenapa Sistem Skor 3x15 Lebih Baik? Begini Rencana Perubahan Aturan BWF 2027

BWF mengusulkan perubahan sistem skor dari 3x21 menjadi 3x15 untuk meningkatkan drama di lapangan sekaligus menjaga kesehatan fisik para atlet.

Ringkasan Berita:
  • BWF mengusulkan sistem skor 3x15 untuk meningkatkan intensitas pertandingan dan efisiensi durasi siaran
  • Format baru ini bertujuan mengurangi beban fisik pemain guna meminimalisasi risiko cedera dan memperpanjang masa karier
  • Keputusan akhir akan ditentukan melalui pemungutan suara pada April 2026 dan direncanakan berlaku mulai Januari 2027

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah tuntutan industri hiburan yang makin cepat dan ekspektasi penonton modern yang dinamis, BWF resmi melempar wacana revolusioner yakni sistem skor 3x15.

Langkah ini bukan sekadar eksperimen dangkal. Proposal dewan BWF untuk mengganti format 3x21 menjadi tiga gim dengan 15 poin adalah upaya konkret menciptakan fondasi olahraga yang lebih berkelanjutan.

Fokusnya jelas untuk inovasi, kesejahteraan atlet, dan menjaga daya tarik siaran tetap membara.

Keputusan BWF mengusulkan 3x15 tidak muncul dari ruang hampa.

Berdasarkan rangkaian uji coba intensif yang membandingkan format 3x21 saat ini dengan opsi lain seperti 5x11, sistem 3x15 keluar sebagai pemenang mutlak.

Parameter yang diukur pun tidak main-main, mulai dari probabilitas kemenangan, durasi laga, hingga persentase poin kritis yang memicu adrenalin.

Hasilnya, format 3x15 terbukti melampaui standar lama dalam hampir seluruh metrik utama. Inilah alasan mengapa perubahan ini dianggap masuk akal.

lihat fotoGANDA PUTRA KOREA - Kim Won-ho/Seo Seung-jae menyapa penonton setelah memenangkan pertandingan babak semifinal ganda putra antara Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dari Indonesia melawan Kim Won-ho/Seo Seung-jae dari Korea Selatan pada BWF World Tour Finals 2025 di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur, 20 Desember 2025. (Foto Arsip Desember 2025). (Xinhua/Jiang Han)
GANDA PUTRA KOREA - Kim Won-ho/Seo Seung-jae menyapa penonton setelah memenangkan pertandingan babak semifinal ganda putra antara Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dari Indonesia melawan Kim Won-ho/Seo Seung-jae dari Korea Selatan pada BWF World Tour Finals 2025 di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur, 20 Desember 2025. (Foto Arsip Desember 2025). (Xinhua/Jiang Han)

Tensi Tinggi Sejak Awal

Gim yang lebih pendek berarti pemain masuk ke zona merah atau poin penentuan lebih cepat.

Tidak ada lagi fase warming up di tengah set,  setiap poin menjadi sangat krusial.

Tempo kilat menarik penonton tidak lagi disuguhi fase stagnan. Durasi pertandingan menjadi lebih terukur, yang secara otomatis mempermudah stasiun televisi mengatur jadwal siaran dan mengurangi risiko jadwal turnamen yang molor hingga dini hari.

Dengan berkurangnya jumlah poin, beban fisik pemain pun tereduksi. Ini adalah investasi jangka panjang agar kita bisa melihat aksi para bintang dunia lebih lama di lapangan tanpa dihantui cedera kelelahan atau overuse.

Baca juga: Target Gelar All England 2026 Kunlavut Vitidsarn sebelum Sistem Skor BWF Berubah

Suara dari Petinggi BWF

Perubahan besar selalu mengundang tanya. Namun, para ahli dan pelaku sejarah memberikan perspektif yang mencerahkan.

Komentator BWF, Steen Pedersen, menekankan pentingnya adaptasi terhadap perilaku konsumsi media zaman sekarang.

"Sangat krusial bagi kita untuk tetap relevan dan beradaptasi dengan zaman yang cenderung memiliki rentang perhatian (attention span) lebih pendek."

"Saya berharap penggemar lama tetap menikmati sistem baru ini, dan di saat yang sama, format ini mampu memikat basis penggemar baru secara global," ungkap Pedersen mengutip BWF.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved