Badminton
Nasib Identik Viktor Axelsen dan Carolina Marin, Sama-sama Pensiun Gegara Cedera
Axelsen yang memutuskan pensiun memiliki nasib identik dengan jagoan Eropa lainnya, Carolina Marin, yang pensiun gegara cedera.
Publik Huelva memberikan penghormatan terakhir yang mengharukan bagi sang pahlawan nasional yang telah mengubah peta olahraga Spanyol melalui bulu tangkis.
Kini, pola yang hampir sama dilakukan oleh Viktor Axelsen.
Ia mengumumkan pensiun tepat sepuluh hari sebelum gelaran Piala Thomas & Uber 2026 dimulai di Horsens, Denmark (24 April-3 Mei 2026).
Diprediksi bahwa Axelsen akan mendapatkan seremoni perpisahan di hadapan pendukung fanatiknya dalam pembukaan atau penutupan Piala Thomas nanti.
Menutup karier di tanah kelahiran sendiri, di tengah gempita turnamen beregu paling prestisius, tentu akan menjadi narasi penutup yang manis baginya
Hilangnya Ikon dan Tantangan Regenerasi Eropa
Pensiunnya Axelsen dan Marin menciptakan lubang pada eksistensi badminton Eropa.
Axelsen bukan sekadar juara, ia adalah pencetak sejarah. Koleksi dua medali emas Olimpiade miliknya melampaui capaian legenda Denmark lainnya seperti Poul-Erik Hoyer Larsen (satu emas) atau duo ganda putra Mathias Boe/Carsten Mogensen yang belum pernah menyegel emas Olimpiade.
Sama halnya dengan Marin. Di negara yang lebih akrab dengan aroma tanah liat tenis atau gemuruh sepak bola, Marin berhasil memaksa dunia melirik Spanyol melalui bulu tangkis.
Emas Olimpiade Rio 2016 miliknya adalah bukti otentik bahwa ia mampu meruntuhkan dominasi China sendirian.
Kini, dengan pensiunnya dua figur tersebut, Eropa harus segera mencari pelapis sepadan.
Tanpa Axelsen dan Marin, Benua Biru kehilangan mental dalam persaingan melawan dominasi tim-tim kuat Asia seperti China, Indonesia, dan Korea Selatan.
(Tribunnews.com/Niken)