Kamis, 16 April 2026

Thomas dan Uber Cup

Thomas-Uber Cup 2026 Bukan Cuma Berebur Gelar, Sistem Skor 3x15 Diputuskan di Denmark

Gelaran Thomas & Uber Cup 2026 di Denmark tak hanya berebut gelar, BWF akan memutuskan terkait sistem skor 3x15 di Denmark.

Penulis: Niken Thalia
Editor: Dwi Setiawan

Ringkasan Berita:
  • BWF akan memutuskan penggunaan sistem skor baru 3x15 di sela gelaran Thomas & Uber Cup di Denmark
  • Sistem 3x15 dipilih karena dianggap lebih efisien untuk siaran televisi, menarik bagi penonton modern
  • Keputusan ini akan diambil melalui pemungutan suara delegasi negara

TRIBUNNEWS.COM - Sorotan segera tertuju pada Horsens, Denmark, saat gelaran Thomas & Uber Cup 2026 resmi dimulai pada 24 April hingga 3 Mei 2026 mendatang.

Gelaran edisi kali ini dipastikan bakal jauh lebih bersejarah daripada sekadar perburuan trofi beregu paling prestisius di dunia.

Di balik pertarungan sengit, sebuah keputusan krusial BWF yang berpotensi mengubah wajah olahraga ini akan ditentukan di sela turnamen tersebut.

Adapun keputusan tersebut akan menentukan nasib sistem skor 3x15 (tiga gim dengan 15 poin).

Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika industri hiburan modern yang menuntut efisiensi waktu tanpa mengurangi tensi persaingan di lapangan.

Sistem Skor 3x15: Inovasi BWF

Usulan mengganti format klasik 3x21 menjadi 3x15 bukanlah sebuah eksperimen yang dicetuskan secara tiba-tiba.

lihat fotoTERJATUH - Pebulutangkis China, Wang Zhi Yi saat melawan pebulutangkis Korea Selatan, An Se Young di final Indonesia Open 2025, di Istora Senayan Jakarta, Minggu (8/6/2025). Wang Zhi Yi gagal meraih gelar juara tunggal putri Indonesia Open 2025 usai kalah tiga set dengan skor 21-13, 21-19, dan 21-15. Di foto menggunakan kamera Canon EOS R1 dengan lensa RF24-105mm f/2.8L IS USM Z dan lensa RF100-500mm f/4.5-7.1L IS USM. TRIBUNNEWS/HERUDIN
TERJATUH - Pebulutangkis China, Wang Zhi Yi saat melawan pebulutangkis Korea Selatan, An Se Young di final Indonesia Open 2025, di Istora Senayan Jakarta, Minggu (8/6/2025). Wang Zhi Yi gagal meraih gelar juara tunggal putri Indonesia Open 2025 usai kalah tiga set dengan skor 21-13, 21-19, dan 21-15. Di foto menggunakan kamera Canon EOS R1 dengan lensa RF24-105mm f/2.8L IS USM Z dan lensa RF100-500mm f/4.5-7.1L IS USM. TRIBUNNEWS/HERUDIN

BWF telah melakukan rangkaian uji coba intensif yang membandingkan berbagai skema, termasuk opsi 5x11 yang sempat populer beberapa tahun lalu.

Hasilnya, format 3x15 muncul sebagai pemenang yang dinilai paling ideal untuk diterapkan.

BWF mengukur probabilitas kemenangan, durasi laga secara rata-rata, hingga persentase poin kritis yang mampu memicu adrenalin penonton. Hasilnya menunjukkan format 3x15 cocok.

Inilah alasan mendasar mengapa perubahan ini dianggap sebagai langkah masuk akal demi menjaga keberlanjutan bulu tangkis sebagai tontonan global.

Mekanisme Voting di Denmark

Berdasarkan laporan resmi BWF, usulan ini akan dibawa ke pemungutan suara dalam agenda BWF Annual General Meeting (AGM) yang dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026 di Denmark, bertepatan dengan bergulirnya laga-laga awal Thomas & Uber Cup 2026.

Proses pengambilan keputusan ini akan dilakukan melalui pemungutan suara oleh delegasi resmi dari setiap negara anggota BWF.

Setiap negara diperbolehkan mengirimkan maksimal dua delegasi, dengan satu orang ditunjuk sebagai Voting Delegate atau pemegang hak suara sah.

Namun, tidak semua negara memiliki kekuatan suara yang setara. BWF menerapkan sistem poin di mana satu negara bisa memiliki antara 1 hingga 5 suara.

Baca juga: Kenapa Sistem Skor 3x15 Lebih Baik? Begini Rencana Perubahan Aturan BWF 2027

Jumlah suara ini ditentukan berdasarkan keaktifan negara tersebut dalam turnamen internasional serta jumlah pemain top-tier yang mereka miliki dalam siklus empat tahun terakhir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved