MotoGP
Menakar Siklus Setengah Musim Ducati: Akankah Sejarah Manis 2022 Terulang Kembali?
Siklus kebangkitan paruh musim Ducati pada 2022 sepertinya sulit untuk diulang musim 2026 ini mengingat rival kian menggila.
Ringkasan Berita:
- Ducati mengalami paceklik kemenangan selama 182 hari akibat stagnasi pengembangan motor
- Fabio di Giannantonio mengungkapkan bahwa Desmosedici GP26 terlalu mengandalkan ban belakang
- Alex Marquez tetap optimis bahwa Ducati mampu melakukan pembalikan keadaan pada pertengahan musim
TRIBUNNEWS.COM - Sudah 182 hari berlalu sejak motor Ducati terakhir kali keluar sebagai pemenang dalam balapan utama atau Grand Prix.
Keberhasilan Fermin Aldeguer di Malaysia pada September tahun lalu kini terasa seperti memori yang menandai paceklik kemenangan terpanjang bagi Ducati di MotoGP dalam 5 tahun terakhir.
Melihat statistik awal musim 2026, kekhawatiran para petinggi di Borgo Panigale bukanlah tanpa alasan. Di klasemen pembalap, wakil terbaik Ducati justru Fabio di Giannantonio yang tertahan di posisi keempat.
Ia berada di bawah bayang-bayang duo Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, serta jagoan KTM, Pedro Acosta.
Kondisi di klasemen pabrikan dan tim jauh lebih mengkhawatirkan. Aprilia melesat sendirian di depan, sementara Ducati kini harus sikut-sikutan dengan KTM hanya untuk mengamankan posisi kedua.
Di klasemen tim, skuad pabrikan Aprilia telah mengoleksi 158 poin lebih dari dua kali lipat perolehan duet maut Marc Marquez dan Francesco Bagnaia yang hanya mampu mengumpulkan 70 poin.
Pengakuan Alex Marquez
Kondisi sulit ini juga dirasakan oleh tim Gresini. Alex Marquez, yang mengawali musim dengan kurang menggigit.
Menurutnya, sementara Aprilia dan KTM melakukan perbaikan besar-besaran selama musim dingin, Ducati justru tampak kehilangan arah pengembangan.
"Saat ini, mereka (Aprilia) lebih baik karena mereka menang," ujar Alex Marquez saat ditemui di Austin mengutip Motorsport.
"Tahun lalu, motor kami sedikit di depan dan mereka tidak bisa mengalahkan kami. Tahun ini, mereka selangkah di depan, dan saya pikir kami tetap sedikit mandek dalam beberapa hal. Itulah titik di mana Ducati sedang bekerja keras untuk membawa inovasi baru."
Meski demikian, adik dari Marc Marquez ini tetap menaruh kepercayaan penuh pada departemen balap Ducati di bawah komando Gigi Dall'Igna.
Baca juga: Imbas Transfer Pedro Acosta ke Ducati, MotoGP 2027 Menjadi Awal dari Sebuah Bencana
"Saya percaya Ducati. Saya pikir akan ada titik dalam musim ini di mana kami bisa melangkah maju. Hal seperti ini selalu terjadi dalam sejarah Ducati. Mereka sering butuh setengah musim untuk menata semuanya, lalu mulai tampil sangat apik seperti di 2022 atau 2023. Jadi, harapan itu tidak pernah hilang.”
Kilas Balik Ducati Musim 2022
Performa Ducati Team pada musim 2022 tidak langsung moncer sejak awal. Meski diunggulkan, tim asal Italia itu justru mengalami inkonsistensi pada paruh pertama musim.
Pembalap andalannya, Pecco Bagnaia, kerap kehilangan poin akibat crash dan kesalahan sendiri, sehingga tertinggal hingga 91 poin dari rival utamanya, Fabio Quartararo, yang tampil stabil bersama Yamaha.
Memasuki pertengahan musim, Ducati mulai menemukan momentum.