MotoGP
Bukan Cuma Rival, Marc Marquez Ternyata Menjelma Jadi Malaikat Penolong Jorge Martin
Di tengah kebuntuan medis yang mengancam karier Jorge Martin, sebuah panggilan telepon tak terduga dari sang rival, Marc Marquez.
Ringkasan Berita:
- Jorge Martin mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan Marc Marquez dalam memilih ahli bedah tepat
- Martin berhasil tampil impresif dengan posisi kedua klasemen sementara MotoGP 2026
- Martin tetap bersikap rendah hati dan hanya menargetkan posisi lima besar di GP Jerez
TRIBUNNEWS.COM - Menatap seri pembuka tur Eropa di Sirkuit Jerez akhir pekan ini, nama Jorge Martin berdiri kokoh di peringkat kedua klasemen sementara MotoGP 2026.
Bersama rekan setimnya di Aprilia, Marco Bezzecchi, pembalap nomor #89 menjelma menjadi momok menakutkan bagi pabrikan lain.
Namun, di balik kegemilangan podium dan kemenangan Sprint musim ini, terselip drama medis yang nyaris menghancurkan kariernya.
Siapa sangka, sosok yang paling berjasa menyelamatkannya di masa kelam tersebut adalah rival sekaligus seniornya, Marc Marquez.
Martin secara terbuka mengakui bahwa intervensi dari sang legenda adalah alasan mengapa ia masih bisa memutar gas motor RS-GP.
Misteri Cedera Motegi yang Menghantui
Kilas balik ke akhir musim 2025, Martin mengalami kecelakaan hebat di GP Motegi yang mengakibatkan patah tulang selangka yang parah.
Meski sempat dinyatakan fit untuk balapan penutup di Valencia, Martin merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya.
Firasatnya benar, pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa tulang selangkanya tidak menyambung sebagaimana mestinya.
Di tengah ketidakpastian masa depan dan kebingungan memilih meja operasi, sebuah panggilan telepon masuk. Itu adalah Marc Marquez.
Baca juga: Bezzecchi Merendah untuk Meroket, Murid Rossi Belum Kepikiran Juara Dunia MotoGP 2026
"Di saat saya merasa tidak yakin dan memiliki beberapa opsi ahli bedah, dia (Marquez) menasihati saya. Dia memberi tahu siapa yang menurutnya terbaik."
"Dan saya mengikutinya. Operasinya berjalan lancar, dan saya akan selalu berterima kasih atas telepon itu," ungkap Jorge Martin kepada Marca.com.
Keputusan tersebut memaksa Martin melewatkan tes pramusim pertama di Sepang pada Februari lalu.
Namun, berkat tangan dingin dokter rekomendasi Marquez, pemulihan Martin berjalan sangat cepat.
Ia langsung tancap gas dengan finis keempat dan kelima di seri pembuka Buriram, disusul podium ganda di Brasil, hingga puncaknya meraih kemenangan Sprint dan podium kedua di COTA.
Realistis di Tengah Dominasi Aprilia
Awal musim 2026 seolah menjadi milik Aprilia. Pabrikan asal Noale ini memimpin ketiga kategori kejuaraan yakni pembalap, tim, dan konstruktor.