MotoGP
Bukan Cuma Rival, Marc Marquez Ternyata Menjelma Jadi Malaikat Penolong Jorge Martin
Di tengah kebuntuan medis yang mengancam karier Jorge Martin, sebuah panggilan telepon tak terduga dari sang rival, Marc Marquez.
Bezzecchi menyapu bersih kemenangan Grand Prix, sementara Martin melengkapinya dengan performa konsisten di jajaran depan. Kendati demikian, pembalap asal Spanyol ini enggan terbuai.
"Ini sangat luar biasa. Saya berharap bisa terus berada di jalur ini, menjaga konsistensi, dan mempertahankan perasaan positif dari Jerez dan Le Mans nanti."
"Perjalanan kejuaraan masih sangat panjang dan banyak balapan; penting untuk memulai dengan baik, tetapi kemudian Anda harus bisa mempertahankannya," imbuh kekasih Maria Matutez.
Menariknya, Martin justru memasang mode waspada tinggi untuk balapan di Jerez pekan ini.
Sirkuit ini memiliki catatan kelam bagi kariernya. Ia tercatat belum pernah sekalipun menyentuh garis finis dalam balapan Grand Prix di Jerez di kelas mana pun.
"Jerez akan menjadi lintasan yang sulit bagi saya dan bagi Aprilia. Saya pergi ke sana dengan ekspektasi rendah karena itu bukan salah satu lintasan favorit saya."
"Target saya adalah bertarung untuk posisi lima besar. Jika ada hasil yang lebih baik, saya akan menerimanya. Jika bisa bertarung untuk podium, itu akan luar biasa," kata Martin dengan nada realistis.
Gelar Juara Dunia: Mimpi atau Realita?
Dengan performa motor Aprilia yang tampak tanpa celah, banyak pihak mulai menjagokan Martin sebagai penantang serius gelar juara dunia 2026.
Namun, mengingat penderitaan fisik yang ia lalui pada Desember lalu, Martin menganggap pembicaraan soal gelar juara masih terlalu dini.
Baginya, bisa kembali bersaing di barisan depan saja sudah merupakan sebuah anugerah setelah dihantam cedera berkali-kali.
"Berpikir tentang Kejuaraan Dunia saat ini terasa seperti mimpi di siang bolong. Jelas kami semua di sini untuk menang, tapi melihat dari mana saya berasal dan setelah apa yang saya lalui."
"Berpikir soal gelar juara itu sedikit terlalu dini. Siapa yang tahu? Kita lihat saja jika kita punya peluang saat tersisa dua atau tiga balapan, kami akan memberikan segalanya," pungkas Martin.
(Tribunnews.com/Niken)