Rabu, 29 April 2026

Thomas dan Uber Cup

Rekam Jejak Indonesia di Thomas Cup: Sejarah Buruk Tercipta di Tahun 2026

Rekam jejak Indonesia sejak pertama kali ikut Thomas Cup tahun 1958 yang merupakan gelaran keempat saat bersaing dengan lima negara.

Tayang:
dok: PBSI
ANTHONY SINISUKA GINTING - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting sukses melaju ke babak kedua Korea Open 2025 usai mengalahkan Yushi Tanaka dengan skor 21-17, 21-17 di Suwon Gymnasium, Korea Selatan, Rabu (24/9/2025). - Rekam jejak Indonesia di Thomas Cup yang pertama kali diadakan pada tahun 1949 di Inggris hingga menginjak edisi ke-34 yang berlangsung di Denmark. dok: PBSI 

Ringkasan Berita:
  • Indonesia pertama kali ikut serta Thomas Cup tahun 1958 pada gelaran keempat dan diikuti oleh 5 negara, dan berhasil langsung juara.
  • Indonesia tercatat sebagai negara paling sukses di Thomas Cup dengan koleksi 14 gelar dan 8 kali runner-up. Sementara China 11 gelar juara dan 3 kali runner-up.
  • Hasil di Denmark tahun 2026 menjadi nasib yang paling pintu karena gagal lolos dari fase grup untuk pertama kalinya.

 

TRIBUNNEWS.COM - Rekam jejak Indonesia di Thomas Cup yang pertama kali diadakan pada tahun 1949 di Inggris hingga menginjak edisi ke-34 yang berlangsung di Denmark.

Indonesia pertama kali ikut serta Thomas Cup pada tahun 1958 saat Singapura menjadi tuan rumah. Itu adalah gelaran keempat yang diikuti oleh lima negara.

Indonesia berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Malaysia di laga final.

Seiring berjalannya waktu, dominasi Indonesia sulit dibendung.

Di setiap edisi sampai tahun 1982, Indonesia selalu berhasil melaju sampai babak final.

Sampai pada saat itu, belum ada perebutan tempat ketiga dan belum ada Uber Cup untuk para wanita.

Setelah edisi ke-12 tahun 1982, kemudian diberlakukan perebutan tempat ketiga dan keempat, serta dimulainya Uber Cup.

Pada edisi itu juga China untuk pertama kalinya ikut serta di Thomas Cup dan langsung keluar sebagai jawara.

Hadirnya China menjadi penantang serius untuk Indonesia karena pada setiap edisi berikutnya selalu menjadi rival paling sengit.

Hal itu terbukti dengan perolehan gelar yang dihasilkan kedua negara tersebut.

Indonesia telah menghasilkan 14 trofi juara dan menjadi negara yang paling banyak meraihnya. Ditambah dengan 8 kali finis sebagai runner-up.

Sedangkan China memenangkan 11 edisi, ditambah tiga kali runner-up.

Pada tahun 2012 di Tiongkok, China, yang diikuti 12 negara, Indonesia lolos dari babak penyisihan grup setelah kalah saing dari tim tuan rumah.

Apesnya, Indonesia bertemu Jepang di babak perempat final.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved