Thomas dan Uber Cup
Fakta Final Thomas Cup 2026: Pola Juara China Beri Sinyal Apik Prancis Ukir Tinta Emas
Pola juara China di Thomas Cup 2026 memberikan Prancis sebuah harapan dan sinyal apik Christo Popov cs bakal ukir tinta emas.
Jika pola ini konsisten, maka edisi 2026 ini merupakan zona rawan bagi China untuk kembali kehilangan gelar.
Prancis: Pembunuh Raksasa yang Sedang On Fire
Sinyal apik bagi Prancis bukan sekadar datang dari hitung-hitungan sejarah lawan, melainkan performa impresif Christo Popov dan kolega sepanjang turnamen.
Tim ini menjelma menjadi pembunuh raksasa yang menakutkan. Nama-nama elite yang pernah mencicipi gelar juara Thomas Cup seperti Indonesia, Jepang, dan India, semuanya bertekuk lutut di tangan Prancis.
Kepercayaan diri skuad Prancis kini berada di titik tertinggi. Bagi mereka, final ini adalah momentum "sekarang atau tidak sama sekali".
Ganda putra andalan mereka, Toma Junior Popov, mengungkapkan betapa emosionalnya pencapaian ini bagi dunia olahraga Prancis.
"Jika Anda mengatakan hal ini kepada saya di awal Thomas Cup, bahwa kami akan berada di final, saya tidak akan memercayainya," ujar Toma Junior sebagaimana dikutip dari laman resmi BWF.
"Kami kembali mencetak sejarah malam ini, dan saya berharap kami terus menuliskan sejarah itu besok. Tidak ada kata-kata yang bisa melukiskan perasaan ini. Ini sungguh bersejarah. Kami telah melakukan upaya dan langkah yang tepat untuk membawa diri kami ke final ini. Kami benar-benar bersemangat menghadapi partai puncak."
Kondisi Fisik Shi Yu Qi Jadi Titik Lemah?
Selain ancaman pola sejarah dan motivasi tinggi Prancis, China juga diterpa kabar kurang sedap mengenai kondisi tunggal putra utama mereka, Shi Yu Qi.
Pemain peringkat atas dunia tersebut diketahui sempat jatuh sakit pada fase grup saat menghadapi Kanada.
Meski telah kembali memperkuat tim sejak babak perempat final melawan Malaysia hingga semifinal, Shi Yu Qi mengakui kondisinya belum mencapai level maksimal.
"Saya sempat sakit dan hal itu menguras sekitar 70 hingga 80 persen energi saya," ungkap Shi Yu Qi mengutip sumber yang sama.
"Namun, ini adalah tentang kerja sama tim. Saya harus mengambil tanggung jawab saya untuk memenangkan pertandingan pertama."
Ketergantungan China pada poin pertama dari Shi Yu Qi bisa menjadi celah bagi Prancis jika kondisi fisik sang kapten belum pulih 100 persen.
Dengan status nothing to lose, Prancis siap memberikan perlawanan paling sengit dalam sejarah keikutsertaan mereka di ajang ini.
(Tribunnews.com/Niken)