Thomas dan Uber Cup
Gebrakan Prancis di Thomas Cup 2026 Diredam China, Shi Yu Qi Cs Tunjukkan Siapa Rajanya
Rentetan gebrakan Prancis hingga lolos final Thomas Cup 2026 diredam China saat berebut gelar, Shi Yu Qi cs amankan gelar ke-12.
Bermain di partai ketiga melawan tunggal putra senior Prancis, Toma Junior Popov, laga yang melelahkan selama 96 menit terjadi.
Dalam duel yang menguras energi tersebut, Weng Hong Yang berhasil mengunci kemenangan dengan skor ketat, 22-20, 20-22, 21-19.
Kemenangan Weng ini menjadi kunci utama kesuksesan China.
Dengan keunggulan 2-1, beban pemain China di partai berikutnya menjadi jauh lebih ringan, sementara Prancis mulai berada di bawah tekanan besar.
Masuk ke partai keempat yang memainkan sektor ganda, China tidak mau membuang peluang.
Duet He Ji Ting/Ren Xiang Yu tampil sangat dominan saat bersua Eloi Adam/Leo Rossi.
Tanpa ampun, He/Ren menyudahi perlawanan ganda Prancis dalam dua gim langsung, 21-13 dan 21-16. Kemenangan ini memastikan gelar Thomas Cup kembali ke pangkuan China dua edisi beruntun.
Ancaman Nyata Bagi Rekor Indonesia
Kemenangan ini membawa China mengoleksi total 12 gelar Thomas Cup sepanjang sejarah.
Pencapaian ini wajib menjadi alarm merah bagi tim bulu tangkis Indonesia.
Saat ini, Indonesia memang masih menyandang status sebagai "Raja Thomas Cup" dengan koleksi 14 gelar.
Namun, selisih tersebut kini semakin menipis menjadi hanya dua gelar saja.
Kegagalan Fajar Alfian dan kolega untuk melaju jauh di edisi 2026 ini secara tidak langsung membuka jalan lebar bagi China untuk terus mengejar ketertinggalan.
Jika Indonesia tidak segera berbenah dan menciptakan regenerasi yang solid, bukan tidak mungkin dominasi gelar terbanyak yang telah dijaga selama puluhan tahun akan segera berpindah tangan.
(Tribunnews.com/Niken)