Selasa, 5 Mei 2026

Thomas dan Uber Cup

Juara Thomas Cup 2026 Bukti Ambisi Saja Tak Cukup, Mental dan Pengalaman yang Berbicara

Duel final Thomas Cup 2026 jadi bukti bahwa ambisi saja tak cukup membawa pulang piala, mentalitas dan pengalaman yang berbicara.

Tayang:

"Terkadang, meskipun saya sudah melakukan lift yang baik, dia tetap bisa menghasilkan poin kemenangan. Dia lebih baik dari saya, terutama di gim ketiga saat dia bangkit, ditambah beberapa kesalahan dari sisi saya yang membuat saya kalah."

Christo menambahkan betapa berartinya momen ini bagi kariernya.

"Pengalamannya sungguh luar biasa. Saya benar-benar ingin menang hari ini (red: di final). Saya sudah sangat dekat dengan kemenangan, tetapi beberapa kesalahan di akhir harus dibayar mahal," tegasnya.

Shi Yu Qi pun tak segan melempar pujian bagi lawannya.

"Dia menunjukkan performa yang sangat, sangat tinggi, dan kami berdua bermain dengan sangat cerdas. Itu adalah pertandingan yang sangat sulit."

"saya mencoba yang terbaik untuk menang agar bisa menyemangat rekan tim saya. Saya ingin memberikan motivasi kepada mereka," kata Shi Yu Qi.

Skenario yang Nyaris Sempurna

lihat fotoCHRISTO POPOV - Christo Popov dari Prancis melakukan pukulan balasan saat final tunggal putra melawan Shi Yuqi dari Tiongkok di BWF World Tour Finals 2025 di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur, 21 Desember 2025. (Xinhua/Jiang Han)
CHRISTO POPOV - Christo Popov dari Prancis melakukan pukulan balasan saat final tunggal putra melawan Shi Yuqi dari Tiongkok di BWF World Tour Finals 2025 di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur, 21 Desember 2025. (Foto Arsip 21 Desember 2025). (Xinhua/Jiang Han)

Harapan terbaik Prancis untuk menyapu bersih tiga partai tunggal sempat terjaga. Alex Lanier menunjukkan kelasnya dengan meluluhlantakkan Li Shi Feng melalui skor telak 21-13, 21-10, sekaligus memperpanjang napas timnya.

Drama mencapai puncaknya saat Weng Hong Yang berhadapan dengan Toma Junior Popov. Sebuah duel yang benar-benar berada di ujung tanduk.

Hanya satu poin yang memisahkan keduanya pada menit ke-96. Saat menghadapi servis Toma di kedudukan 19-20, Weng melepaskan sebuah return tipuan yang sangat cantik, membuat Toma terpaku tak berdaya di posisinya.

Kemenangan kedua di sektor tunggal bagi China ini seolah memadamkan api semangat Prancis.

Meski Eloi Adam dan Leo Rossi telah mengerahkan segalanya saat melawan He Ji Ting dan Ren Xiang Yu, pasangan China tersebut memiliki "senjata" yang lebih mematikan dan menyudahi perlawanan dalam waktu 38 menit.

Prancis mungkin kalah dalam papan skor, namun kombinasi dari visi, kemampuan, dan kerja keras telah membantu mereka menjadi bintang utama dalam sebuah laga klasik yang akan selalu dikenang sebagai salah satu final Thomas Cup terbaik sepanjang masa.

(Tribunnews.com/Niken)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved