Selasa, 12 Mei 2026

Kompetisi Renang Kolam Pendek Berstandar Internasional Siap Digelar, Catat Tanggalnya

Lebih dari 700 perenang dari berbagai perkumpulan di seluruh Indonesia diperkirakan akan ambil bagian dalam ajang ini.

Tayang:
Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
BERLATIH - Seorang atlet renang tengah berlatih jelang kompetisi renang kolam pendek (short course) tingkat nasional bertajuk Indonesia Short Course Emerging Series (ISCES). Kompetisi ini digelar pada 4–6 Juni 2026 di Kolam Renang Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK). 

“Kalau di renang umumnya, banyak dikenal nomor jarak panjang, tetapi di negara-negara yang sudah maju di industri akuatik, banyak juga perlombaan short course atau kolam pendek. Dari situ kami mendorong konsep ini menjadi sesuatu yang resmi diperlombakan di Indonesia,” ujar Yori.

Seorang atlet renang tengah berlatih jelang kompetisi renang kolam pendek
BERLATIH - Seorang atlet renang tengah berlatih jelang kompetisi renang kolam pendek (short course) tingkat nasional bertajuk Indonesia Short Course Emerging Series (ISCES). Kompetisi ini digelar pada 4–6 Juni 2026 di Kolam Renang Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK).

Dukung Pembinaan Berkelanjutan dan Sustainability

Selain fokus pada prestasi olahraga, Indonesia Short Course Emerging Series juga mengusung semangat keberlanjutan. Penyelenggara bersama mitra mendorong pelaksanaan event yang lebih ramah lingkungan melalui efisiensi penggunaan material dan peningkatan kesadaran terhadap jejak karbon.

“Kami melihat potensi besar dari atlet-atlet muda Indonesia, sehingga melalui penyediaan ruang kompetisi, diharapkan dapat tercipta ekosistem yang mendukung agar para atlet dapat berkembang secara optimal,” ujar Chandra Asri Group bersama Barito Pacific dan Barito Renewables, yang diwakili oleh Direktur Sumber Daya Manusia & Hubungan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi.

Melalui kolaborasi antara federasi, KONI, sektor swasta, komunitas, dan pemangku kepentingan olahraga, kompetisi ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam pembinaan atlet renang Indonesia yang lebih terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan menuju level internasional.

Dorong Renang Masuk Kurikulum Sekolah

Ketua Harian PB Akuatik Indonesia Harlin E. Rahardjo berharap cabang olahraga renang dapat kembali masuk ke dalam kurikulum sekolah di Indonesia.

Renang bukan hanya olahraga untuk kebugaran, tetapi juga merupakan keterampilan dasar keselamatan (survival skill) yang penting dimiliki masyarakat. Karena itu, Federasi Akuatik berharap dukungan dari KONI dan pemangku kebijakan pendidikan agar renang dapat kembali menjadi bagian dari kurikulum sekolah.

“Kita harapkan bersama-sama bisa membangkitkan lagi prestasi, dan yang paling penting untuk masyarakat Indonesia, renang itu selain menyehatkan juga survival skill. Dulu tahun 80an dan 90an, renang masih wajib. Itu bisa menjadi cikal bakal prestasi,” ujarnya.

Hal itu diamini juga Wakil Ketua Umum I KONI Pusat Suwarno bahwa renang dan atletik merupakan mother of sport atau dasar dari banyak cabang olahraga lain, sehingga idealnya menjadi bagian wajib dalam pendidikan jasmani di sekolah.

Menurutnya, kebijakan pendidikan yang menekankan pembentukan karakter melalui olahraga juga seharusnya dapat diperluas, tidak hanya pada aspek karakter, tetapi juga pada pengembangan potensi dan bakat atletik sejak usia sekolah.

“Mudah-mudahan ke depan renang bisa menjadi bagian dari kurikulum, karena ini penting untuk pembentukan karakter sekaligus potensi olahraga anak-anak kita,” harap Suwarno.

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved