Sabtu, 11 April 2026

Liga Champions

Banyak Kontroversi, UEFA Godok Perubahan Aturan VAR, Jadi Era Baru?

UEFA tengah menyiapkan perubahan besar dalam penggunaan teknologi VAR di kompetisi Eropa, termasuk Liga Champions UEFA.

Tribunnews/Muhammad Nursina
VAR DI LIGA 1 - Petugas Video Assistant Referee (VAR) di VAR Room Stadion Manahan, Solo pada Kamis (7/3/2024) sore. - UEFA tengah menyiapkan perubahan besar dalam penggunaan teknologi VAR di kompetisi Eropa, termasuk Liga Champions UEFA. TRIBUNNEWS/Muhammad Nursina 

Ringkasan Berita:
  • UEFA ingin menyederhanakan penggunaan VAR yang selama ini dianggap terlalu rumit dan membingungkan.
  • Perbedaan aturan antar liga membuat UEFA mengumpulkan wasit dari lima liga top Eropa untuk menyamakan standar.
  • Perubahan ini bertujuan mengembalikan VAR ke fungsi awal: membantu keputusan jelas tanpa merusak alur pertandingan.

TRIBUNNEWS.COM - UEFA tengah menyiapkan perubahan besar dalam penggunaan teknologi VAR di kompetisi Eropa, termasuk Liga Champions UEFA.

Lewat rencana pertemuan besar dengan perwakilan wasit dari lima liga top Eropa, UEFA ingin membuat aturan VAR lebih sederhana dan jelas.

Awalnya, VAR dibuat untuk membantu wasit dalam situasi penting, misalnya gol, penalti, atau kartu merah yang jelas salah. 

Tapi dalam praktiknya, VAR sekarang sering dipakai untuk hal-hal yang sangat detail.

Contoh paling sederhana, gol dianulir karena ujung sepatu pemain sedikit lebih maju beberapa milimeter.

Atau, penalti diberikan karena bola menyentuh tangan secara tidak sengaja setelah dilihat ulang dalam slow motion berkali-kali.

Bagi banyak orang, keputusan seperti ini memang "benar secara aturan", tapi terasa tidak adil dan mengganggu jalannya pertandingan.

Dalam satu pertandingan yang melibatkan insiden tersebut, tak jarang kemudian para pelatih mengkritik VAR ini.

Mereka menilai VAR terlalu jauh ikut campur, dan justru merusak dari keseruan permainan.

Kepala wasit UEFA, Roberto Rosetti, mengakui bahwa penggunaan VAR saat ini mulai melenceng dari tujuan awalnya.

"Saya percaya kita mulai melupakan alasan mengapa VAR diperkenalkan," ujarnya, dilansir Inside World Football.

"Untuk keputusan objektif, VAR sangat bagus. Tapi untuk penilaian yang subjektif, itu jauh lebih sulit," kata dia.

Perbedaan Antar Liga Jadi Masalah Baru

Masalah lain adalah tidak adanya standar yang sama. 

Cara penggunaan VAR di Liga Inggrid bisa berbeda dengan Serie A Liga Italia atau La Liga di Spanyol.

Akibatnya, satu situasi bisa diputuskan berbeda tergantung kompetisinya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved