Indonesia Open 2026
Koh Anton Targetkan Ganda Putra Indonesia Juara di Indonesia Open 2026
Koh Anton menargetkan ganda putra Indonesia wajib juara saat tampil di Indonesia Open 2026 di Istora Senayan.
Ringkasan Berita:
- Koh Anton membebani ganda putra Indonesia target juara saat tampil di Istora
- Leo/Daniel dan Fajar/Fikri disiapkan mencapai puncak performa jelang turnamen
- Persaingan ganda putra dunia makin ketat menuju Olimpiade Los Angeles 2028
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pelatih ganda putra Indonesia Antonius Budi Ariantho menargetkan sektor ganda putra mampu merebut gelar juara pada Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, 2–7 Juni mendatang.
Persiapan mulai dimatangkan sejak para pemain kembali dari Thomas Cup 2026. Program latihan ditingkatkan untuk mencapai puncak performa saat tampil di kandang sendiri.
“Setelah pulang dari Thomas Cup kita ada waktu dua minggu. Maintenance-nya kita naikkan sedikit. Cukup baiklah. Nanti peak-nya mudah-mudahan di Indonesia Open,” ujar pelatih yang akrab disapa Koh Anton di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Saat ditanya target sektor ganda putra pada turnamen level Super 1000 tersebut, Koh Anton menjawab singkat.
“Harus juara,” tegasnya.
Target juara itu dipasang di tengah persaingan ganda putra dunia yang semakin ketat, terutama dari pasangan-pasangan elite Asia yang konsisten mendominasi BWF World Tour.
Leo/Daniel dan Fajar/Fikri Jadi Tumpuan
Tim pelatih mulai memetakan pasangan yang dinilai memiliki tren performa positif menuju Indonesia Open 2026.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tetap menjadi andalan berkat pengalaman mereka di level elite dunia. Sementara Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mencuri perhatian setelah merebut gelar Thailand Open 2026 usai kembali dipasangkan.
Selain itu, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin ikut masuk radar setelah tampil di Thomas Cup 2026.
Koh Anton secara khusus mengapresiasi Joaquin saat dipercaya tampil bersama Fajar Alfian menghadapi Thailand.
“Saya justru mengapresiasi Joaquin. Saat lawan Thailand dia berpasangan sama Fajar itu luar biasa. Dalam posisi tertinggal dia bisa keluar dari tekanan. Itu positif untuk kepercayaan dirinya,” kata Koh Anton.
Jetlag dan Recovery
Meski mulai menunjukkan perkembangan positif, Raymond/Joaquin tidak diturunkan pada Thailand Open 2026.
Menurut Koh Anton, keputusan itu diambil karena jadwal terlalu rapat setelah Thomas Cup, ditambah faktor kelelahan dan jetlag usai perjalanan dari Eropa ke Asia.
“Kalau ke Thailand waktunya terlalu dekat. Dari Thomas Cup ke Singapura saja cuma dua minggu, kalau Thailand hanya seminggu. Dari Eropa ke Asia juga pasti ada jetlag,” jelasnya.
Sementara pasangan lain seperti Rahmat Hidayat, Rian Ardianto, Bagas Maulana, hingga duet muda Devin/Fathir masih akan dievaluasi melalui sejumlah turnamen ke depan.
“Kita kasih kesempatan bertanding dulu, nanti kita evaluasi lagi,” pungkas Koh Anton.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Antonius-Budi-Ariantho-Koh-Anton-Pelatih-ganda-putra-Indonesia-di-Pelatnas-PBSI-Cipayung.jpg)