Liga 1

Arema FC Hadapi Gelombang Masalah: Dari Gaji Pemain Hingga Bayar Sanksi Karena Aksi Aremania

pemilik Arema FC, Iwan Budianto dan Agoes Soerjanto, harus mengeluarkan uang sebesar Rp 2,3 miliar dari saku pribadinya

SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
BERSITEGANG: Wasit pertandingan, Aprisman Aranda melerai pemain Arema FC yang bersitegang dengan pemain Persib Bandung dalam laga Liga 1 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (8/3/2020). Tuan rumah Arema FC dikalahkan Persib Bandung dnegan skor 1-2. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

TRIBUNNEWS.COM - Arema FC menghadapi gelombang masalah di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Selain minimnya pemasukan lantaran tak ada kompetisi, klub kebanggaan Aremania dan Aremanita itu diganjar sanksi denda dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Singo Edan harus merogoh kocek lebih dalam lagi selama penundaan kompetisi akibat virus corona.

Ongis Nade tengah kesulitan membayar gaji pemain dan offisial karena tidak adanya pemasukan selama penundaan Liga 1 2020.

Hal itu bahkan membuat pemilik Arema FC, Iwan Budianto dan Agoes Soerjanto, harus mengeluarkan uang sebesar Rp 2,3 miliar dari saku pribadinya untuk melunasi kewajiban tim.

Permasalahan tersebut belum juga usai, kini Arema FC dihadapkan pada sanksi denda oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Dilansir Bolasport.com dari laman resmi PSSI, Arema FC bersama dengan Persipura Jayapura, Persela Lamongan, dan Persib Bandung harus membayar denda akibat pelanggaran yang dibuat selama tiga pekan pertama musim 2020.

Ada dua sanksi denda yang harus dibayarkan oleh manajemen Singo Edan kepada Komdis PSSI.

Pertama, Arema FC harus membayar hukuman denda sebesar Rp 50 juta atas pelanggaran lima kartu kuning dalam satu pertandingan.

Pelanggaran itu dibuat Jonathan Bauman dkk ketika menjamu Persib Bandung pada pekan kedua Liga 1 2020, Minggu (8/3/2020).

Halaman
123
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved